Liburan itu mestinya waktu buat istirahat, senang-senang, dan kumpul sama orang tersayang. Tapi belakangan, momen libur sering berubah jadi ajang buat konsumsi berlebihan alias budaya konsumtif. Kita bukan cuma liburan buat rehat dari rutinitas, tapi sering juga buat ngeluarin uang lebih dari yang sebenarnya dibutuhin. Coba lihat fenomena liburan akhir tahun, misalnya. Banyak orang yang pergi ke tempat wisata, nonton konser, booking hotel, sampai jajan makanan dan oleh-oleh tanpa pikir panjang. Tren ini nggak cuma terjadi di Indonesia aja, namun di luar negeri juga banyak yang belanja besar-besaran saat musim liburan. Kenapa bisa gitu? Salah satu penyebabnya adalah perubahan cara kita memaknai liburan. Dulu liburan itu soal rehat dari pekerjaan atau sekolah. Sekarang, liburan sering jadi alasan buat self reward, healing, atau sekadar pengen ikut tren. Kafe Instagrammable, tiket konser yang mahal, sampai bayar mahal buat hotel cuma buat foto OOTD semua itu jadi bagia...
PERMATA TV
SMART, CREATIVE, AND, ENERGETIC