Langsung ke konten utama

Lunar Food Creative Market "Sensasi Rasa di Tahun Kuda Api" Tetap Semarak di Taman Balekambang

 

  Surakarta, 14 Februari 2026 – Semangat perayaan Imlek di Surakarta tetap terasa melalui gelaran Lunar Food Creative Market bertajuk "Sensasi Rasa di Tahun Kuda Api". Acara yang berlangsung di Taman Balekambang ini menghadirkan berbagai tenant kuliner khas dan atraksi budaya, meskipun sempat menghadapi tantangan cuaca ekstrem pada hari pembukaan.

   Acara dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan persiapan matang dari para pelaku UMKM. Kemeriahanpun dimulai. Puluhan tenant makanan yang berjajar rapi di pinggir panggung menjadi daya tarik tersendiri, menyajikan aroma "Sensasi Rasa" yang memanjakan lidah masyarakat Solo dan sekitarnya.

   Sesuai dengan prediksi cuaca, hujan deras mulai mengguyur kawasan Taman Balekambang pada pukul 13.00 WIB. Hal ini menyebabkan rangkaian acara yang sedang berlangsung, termasuk kegiatanpersiapan tarian tradisional, terpaksa mengalami jeda (interupsi) demi keamanan dan kenyamanan pengunjung serta peserta. Hujan yang berlangsung hingga sekitar pukul 16.00 WIB ini membuat aktivitas di area panggung luar ruangan menjadi terbatas. Namun, para pedagang di tenant kuliner tetap berupaya melayani pelanggan dengan antusiasme tinggi di tengah suasana syahdu Taman Balekambang. 

   Pihak penyelenggara, MOI ART Production, juga menyampaikan permohonan maaf terkait adanya kebijakan manajemen baru Taman Balekambang yang membatasi jam operasional hingga pukul 16.00 WIB. Hal ini berakibat pada pembatalan rangkaian pertunjukan malam "Legend Of China Show Shen Huang". Pihak panitia memastikan bahwa bagi masyarakat yang telah melakukan pendaftaran atau pembayaran untuk pertunjukan tersebut, akan dilakukan pengembalian dana (refund) sebesar 100%. 

   Meski hari pertama diwarnai hujan dan penyesuaian jadwal, Lunar Food Creative Market dipastikan akan tetap berjalan sesuai jadwal hingga tanggal 17 Februari 2026.Masyarakat diharapkan membawa payung atau jas hujan sebagai antisipasi cuaca, dan tetap mengikuti protokol serta arahan petugas di lokasi Taman Balekambang.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...

PERANG CHIP, BABAK BARU AMERIKA VS CHINA

Sejak pengamatan Gordon Moore pada tahun 1965, menegaskan jumlah transistor pada mikroprosesor akan berlipat ganda setiap 2 tahun. Sementara harganya akan turun dan performa serta efisiensi daya akan semakin meningkat. Akan tetapi relevansi Hukum Moore saat ini dipertanyakan karena ukuran transistor terus mengecil, hampir mendekati ukuran sebuah atom membuat manufaktur semakin sulit. Sebagai contoh dilansir Nanoreview pada System on a Chip (SoC) Qualcomm Snapdragon 8 Gen 2 memiliki sekitar 16 miliyar transistor dengan fabrikasi 4 nm. Fabrikasi dibawah 10 nm merupakan yang paling canggih yang berhasil dibuat hingga saat ini. Pembuatan mikroprosesor dibawah 10 nm merupakan sebuah tantangan tersendiri untuk produsen mikroprosesor. Salah satunya adalah Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), perusahaan ini milik Pemerintah China yang bergerak di bidang pembuatan semikonduktor. SMIC kesulitan karena Amerika Serikat telah memblokir mesin litografi Extreme Ultraviolet ...