Langsung ke konten utama

“SKILL (Sarana Keilmuan Muslimah) Spesial Ramadhan” Ajak Muslimah UIN Raden Mas Said Surakarta Wujudkan Ramadhan Lebih Produktif dan Berkualitas


   Surakarta, 27 Februari 2026 — UKMI Nurul Ilmi UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan SKILL (Sarana Keilmuan Muslimah) Spesial Ramadhan pada Jumat, 27 Februari 2026, bertempat di Masjid Ibadurrahman UIN Raden Mas Said Surakarta. Kegiatan ini mengusung tema *“At Least, Ramadhanku Lebih Produktif: Muslimah Cerdas, Ramadhan Berkualitas”* sebagai ajakan reflektif bagi para muslimah untuk memaknai bulan suci Ramadhan secara lebih terarah dan bernilai.

   Mengangkat semangat keberkahan bulan suci, SKILL Spesial Ramadhan hadir sebagai ruang pembinaan dan penguatan keilmuan muslimah. Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai momentum menahan lapar dan haus, tetapi juga sebagai kesempatan melatih pengendalian diri, memperbaiki kualitas ibadah, serta meningkatkan produktivitas dalam aktivitas yang bernilai pahala dan manfaat.

   Kegiatan ini menghadirkan Ibu Mayana Ratih Permatasari, M.Pd.I., Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam, sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, beliau mengajak peserta untuk membangun kesadaran bahwa Ramadhan yang berkualitas adalah tentang perubahan positif yang dirasakan dan mampu dipertahankan setelah bulan suci berakhir. Muslimah cerdas bukan hanya yang kaya ilmu, tetapi juga mampu mengelola waktu, menjaga niat, serta konsisten dalam amal kebaikan.

 Acara yang dimulai pukul 15.30 WIB ini dikemas dalam suasana hangat dan penuh semangat ukhuwah. Selain mendapatkan ilmu yang bermanfaat, peserta juga memperoleh notulensi kajian, kesempatan memperluas relasi, doorprize, serta takjil untuk berbuka puasa bersama. Rangkaian kegiatan ini diharapkan menjadi sarana yang tidak hanya memperkaya wawasan keislaman, tetapi juga mempererat kebersamaan antar muslimah di lingkungan kampus.

   Melalui SKILL Spesial Ramadhan, UKMI Nurul Ilmi berkomitmen menghadirkan wadah pembinaan yang relevan dan inspiratif bagi muslimah. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam membentuk pribadi muslimah yang produktif, cerdas, dan berdaya, sehingga Ramadhan tidak berlalu begitu saja, melainkan meninggalkan jejak perubahan yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

PERANG CHIP, BABAK BARU AMERIKA VS CHINA

Sejak pengamatan Gordon Moore pada tahun 1965, menegaskan jumlah transistor pada mikroprosesor akan berlipat ganda setiap 2 tahun. Sementara harganya akan turun dan performa serta efisiensi daya akan semakin meningkat. Akan tetapi relevansi Hukum Moore saat ini dipertanyakan karena ukuran transistor terus mengecil, hampir mendekati ukuran sebuah atom membuat manufaktur semakin sulit. Sebagai contoh dilansir Nanoreview pada System on a Chip (SoC) Qualcomm Snapdragon 8 Gen 2 memiliki sekitar 16 miliyar transistor dengan fabrikasi 4 nm. Fabrikasi dibawah 10 nm merupakan yang paling canggih yang berhasil dibuat hingga saat ini. Pembuatan mikroprosesor dibawah 10 nm merupakan sebuah tantangan tersendiri untuk produsen mikroprosesor. Salah satunya adalah Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), perusahaan ini milik Pemerintah China yang bergerak di bidang pembuatan semikonduktor. SMIC kesulitan karena Amerika Serikat telah memblokir mesin litografi Extreme Ultraviolet ...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...