Langsung ke konten utama

Seruan Aksi solidaritas Mahasiswa dan dan Rakyat Soloraya Menggugat







 Surakarta, 30/3/2023 – Aliansi Mahasiswa dan sejumlah organisasi yang bergabung menggelar Seruan Aksi Solidaritas Soloraya Menggugat di depan Gedung DPRD Kota Surakarta. Para pendemo berkumpul di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) pukul 13.00 WIB, cuaca yang kurang mendukung saat itu membuat jalan bersama dari titik kumpul ke tempat tujuan baru dimulai pukul 14.50 WIB. Mereka berjalan dengan dipimpin otorator masing-masing universitas dan organisasi yang berdiri diatas mobil pick up. Aksi ini dilatarbelakangi oleh kecewanya masyarakat terhadap Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Cipta Kerja yang disahkan menjadi Undang-Undang oleh DPR RI pada Selasa, 21 Maret 2023. 
Berjalan bersama dengan sorakan keras menggema di Jl. Adi Suipto No 143 A, Kota Surakarta sore itu. Membentangkan spanduk besar bertulis penolakan dan kepalan tangan di udara menjadi ciri khas mereka. Para oporator memulai demo dengan orasi membara untuk meyakinkan seluruh aliansi bahwasanya aksi ini sebagai bentuk kebebasan berekspresi mereka terhadap wewenang pemerintah. Dilanjut dengan memblokade jalan, beberapa mahasiswa juga membakar ban bekas di tengah pendemo. Ketua DPRD Kota Surakarta Budi Prasetyo, S.Sos dan jajarannya keluar menemui pendemo dengan penjagaan aparat kepolisian. Pak Budi menaiki mobil dibantu mahasiswa untuk mendengar tuntutan mereka. Adapun 4 tuntutan yang dijadikan dasar aksi sebagai berikut : 
  1. Menuntut Presiden RI dan DPR RI untuk berhenti melakukan praktik buruk legislasi yang tidak melaksanakan partisipasi publik yang bermakna. 
2. Memaksa Presiden RI untuk segera mencabut Undang-Undang tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang yang telah disetujui DPR RI karena merupakan tindakan inkonstitusional yang telah menghilangkan objek dalam Putusan MK No. 9/PUU-XVIII/2020 
karena tidak memenuhi syarat objektif ikhwal kegentingan yang memaksa sorta menghilangkan partisipasi publik yang bermakna. 
3. Memaksa Presiden RI dan DPR RI untuk meminta maaf kepada publik atas tindakan amoralnya yang dengan sengaja menerobos batasan-batasan Konstitusi dan menyebabkan rusaknya moralitas konstitusional (Morality Constitutional) 
4. Meminta Menteri Ketenagakerjaan mencabut Praturan Menteris Ketenagakerjaan (Permenaker) No. 5 Tahun 2023 karena telah merampas Hak Upah Pekerja. 
Ketua DPRD itu berjanji akan menyampaikan tuntutan dan keresahan masyarakat kepada petinggi pemerintah sebagai bentuk tanggung jawabnya. Pernyataan itu mendapat respon serius dari mahasiswa dan mereka akan terus mengamati pergerakan pemerintah terkait hal ini. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Lulusan UIN Susah Kerja: Antara Realita Skill dan Ekspektasi Tinggi

      Akhir-akhir ini, sering banget muncul anggapan kalau lulusan UIN itu susah cari kerja.Bahkan ada yang bilang skill-nya di bawah rata-rata,tapi giliran soal gaji, mintanya nggak kira-kira.    Kalau dilihat dari situ, memang ada beberapa hal yang jadi catatan.Selama kuliah,banyak mahasiswa yang lebih fokus ke teori,tapi skill praktiknya kurang diasah. Jadi pas lulus,mereka kaget karena dunia kerja butuh kemampuan yang langsung bisa dipakai,bukan cuma ngerti materi. Ditambah lagi ada yang bilang kurikulumnya masih nanggung, nggak benar-benar fokus di satu bidang.    Selain itu,pengalaman juga jadi faktor penting. Nggak sedikit yang lulus tanpa pernah magang atau punya portofolio yang jelas. Padahal sekarang, perusahaan lebih lihat apa yang bisa kita lakukan, bukan cuma nilai atau gelar. Jadi wajar kalau akhirnya banyak yang kalah saing.    Soal gaji juga sering jadi bahan omongan. Ada lulusan yang pengennya langsung dapat gaji tinggi, pada...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...