Langsung ke konten utama

UKM SRD Gelar Pameran ISKITSA "Ukir Rasa" di Solo is Solo

 

     Solo, 13 Juni 2025 — Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Rupa dan Desain (UKM SRD) kembali menggelar pameran seni bertajuk ISKITSA : Ukir Rasa, yang diselenggarakan selama dua hari, 12–13 Juni 2025, di ruang kreatif Solo is Solo, kawasan budaya Ngarsopuro, Surakarta.

     Mengusung tema "Ukir Rasa", ISKITSA tahun ini menjadi ruang ekspresi dan kontemplasi bagi para seniman muda untuk menginterpretasikan berbagai rasa dalam bentuk visual, dan instalasi. Pameran ini tidak hanya menampilkan karya-karya mahasiswa berbakat dari UKM SRD, tetapi juga menyuguhkan workshop, showcase seni, dan interaksi kreatif antara seniman dan pengunjung.

    Acara resmi dibuka pada Kamis, 12 Juni 2025 pukul 13.00 WIB dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Ketua Umum UKM SRD, Manajer Solo is Solo, serta Pembina UKM SRD. Pameran dibuka hingga malam hari dengan agenda workshop yang terbuka untuk umum.

   Hari kedua, Jumat 13 Juni 2025, diisi dengan pembukaan galeri, sesi showcase karya, dan penutupan yang dikemas dalam suasana hangat dan reflektif. ISKITSA menjadi ajang tahunan yang tak hanya mengangkat kreativitas mahasiswa, namun juga mempererat hubungan komunitas seni dengan masyarakat luas.

     Melalui ISKITSA "Ukir Rasa", UKM SRD berharap masyarakat dapat lebih dekat dengan seni rupa sekaligus mendorong apresiasi terhadap proses penciptaan yang penuh makna dan pengalaman rasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Lulusan UIN Susah Kerja: Antara Realita Skill dan Ekspektasi Tinggi

      Akhir-akhir ini, sering banget muncul anggapan kalau lulusan UIN itu susah cari kerja.Bahkan ada yang bilang skill-nya di bawah rata-rata,tapi giliran soal gaji, mintanya nggak kira-kira.    Kalau dilihat dari situ, memang ada beberapa hal yang jadi catatan.Selama kuliah,banyak mahasiswa yang lebih fokus ke teori,tapi skill praktiknya kurang diasah. Jadi pas lulus,mereka kaget karena dunia kerja butuh kemampuan yang langsung bisa dipakai,bukan cuma ngerti materi. Ditambah lagi ada yang bilang kurikulumnya masih nanggung, nggak benar-benar fokus di satu bidang.    Selain itu,pengalaman juga jadi faktor penting. Nggak sedikit yang lulus tanpa pernah magang atau punya portofolio yang jelas. Padahal sekarang, perusahaan lebih lihat apa yang bisa kita lakukan, bukan cuma nilai atau gelar. Jadi wajar kalau akhirnya banyak yang kalah saing.    Soal gaji juga sering jadi bahan omongan. Ada lulusan yang pengennya langsung dapat gaji tinggi, pada...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...