Langsung ke konten utama

UKM SENTRA UIN Raden Mas Said Surakarta Gelar ECO CULTURE Ke-13, Hadirkan Keberagaman Seni dan Budaya Nusantara

 


   SURAKARTA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Tari Tradisi (SENTRA) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan ECO CULTURE 13 UKM SENTRA 2026 pada Sabtu, 31 Oktober 2026, bertempat di Halaman SBSN UIN Raden Mas Said Surakarta. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan, melestarikan, dan mengapresiasi keberagaman seni tari tradisional Indonesia.

   Kegiatan diawali dengan parade penari yang menampilkan semangat dan keindahan seni tari tradisional. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta opening ceremony oleh pembawa acara.

   Rangkaian acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Ketua UKM SENTRA, dan Pembina UKM SENTRA. Dalam kesempatan tersebut, Pembina UKM SENTRA sekaligus melakukan prosesi pemukulan gong sebagai tanda resmi dibukanya kegiatan ECO CULTURE 13 UKM SENTRA 2026.

   Setelah prosesi pembukaan, acara dimeriahkan dengan berbagai penampilan tari tradisional dari beragam daerah di Indonesia. Penampilan tersebut meliputi Tari Nyi Demplon, Tari Okomama, Tari Batak Sugilempong, Tari Mappadendang, Tari Payung, serta Tari Kreasi Jawa. Setiap penampilan menjadi representasi kekayaan budaya Nusantara yang dikemas melalui gerak, iringan musik, dan keunikan masing-masing tarian.

   Tidak hanya menampilkan pertunjukan seni, kegiatan ini juga menghadirkan pembagian doorprize sebagai bentuk apresiasi dan hiburan bagi para pengunjung. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penampilan tarian penutup dan closing oleh pembawa acara.

   Melalui ECO CULTURE 13 UKM SENTRA 2026, diharapkan seni tari tradisional dapat terus dikenal dan diapresiasi oleh generasi muda. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, mempererat kebersamaan, serta turut menjaga keberlangsungan warisan budaya Indonesia.

   UKM SENTRA UIN Raden Mas Said Surakarta terus berkomitmen menjadi wadah pengembangan seni tari tradisional sekaligus menjaga kekayaan budaya Nusantara agar tetap hidup dan lestari di tengah perkembangan zaman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lulusan UIN Susah Kerja: Antara Realita Skill dan Ekspektasi Tinggi

      Akhir-akhir ini, sering banget muncul anggapan kalau lulusan UIN itu susah cari kerja.Bahkan ada yang bilang skill-nya di bawah rata-rata,tapi giliran soal gaji, mintanya nggak kira-kira.    Kalau dilihat dari situ, memang ada beberapa hal yang jadi catatan.Selama kuliah,banyak mahasiswa yang lebih fokus ke teori,tapi skill praktiknya kurang diasah. Jadi pas lulus,mereka kaget karena dunia kerja butuh kemampuan yang langsung bisa dipakai,bukan cuma ngerti materi. Ditambah lagi ada yang bilang kurikulumnya masih nanggung, nggak benar-benar fokus di satu bidang.    Selain itu,pengalaman juga jadi faktor penting. Nggak sedikit yang lulus tanpa pernah magang atau punya portofolio yang jelas. Padahal sekarang, perusahaan lebih lihat apa yang bisa kita lakukan, bukan cuma nilai atau gelar. Jadi wajar kalau akhirnya banyak yang kalah saing.    Soal gaji juga sering jadi bahan omongan. Ada lulusan yang pengennya langsung dapat gaji tinggi, pada...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...