Langsung ke konten utama

Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Mahasiswa, UKM T-MAPS UIN Raden Mas Said Surakarta Gelar Seminar Nasional Public Speaking "SNAPKING" 2026

  SURAKARTA, 13 September 2026 – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) T-MAPS Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Public Speaking (SNAPKING) Periode 2026. Mengusung tema besar “Words That Inspire, Voices That Impact”, acara ini berlangsung meriah di Gedung SBSN Lantai 1 dengan dihadiri oleh ratusan peserta mahasiswa.Rangkaian acara diawali dengan persiapan matang sejak pagi hari oleh seluruh panitia. Pembukaan formal dipandu oleh Master of Ceremony (MC) Ms. Vita dan Ms. Zara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh dirigen Ms. Sherly, serta pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Mr. Aufa. 

    Acara ini juga menyuguhkan penampilan seni (special performance) yang memukau berupa monolog oleh Ms. Sari, Ms. Fathin, dan Ms. Ais, serta penampilan musik dari Ms. Zulfa dan Ms. Aul.Seminar nasional ini dibuka secara resmi setelah penyampaian serangkaian sambutan hangat dari Ketua Panitia Mr. Adittia, Direktur UKM T-MAPS Mr. Hafidz Zainul, Pembina UKM T-MAPS Syafawi Ahmad Qadzafi, S.S., M.A., serta Wakil Rektor 3 UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. H. Abdullah Faishol, M.Hum.

    Memasuki acara inti, sesi Seminar Public Speaking menghadirkan praktisi komunikasi ternama, Sara Neyrhiza, sebagai pembicara utama. Sesi ini dipandu oleh moderator Ms. Zanirah Aini, S.Psi. Dalam pemaparannya, Sara Neyrhiza mengupas tuntas strategi dan teknik berbicara di depan umum agar mampu menginspirasi dan memberikan dampak nyata bagi pendengar. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi pada sesi tanya jawab, di mana para peserta aktif berdiskusi mengenai tantangan berkomunikasi di era digital.

        Tidak berhenti di situ, SNAPKING 2026 juga menghadirkan sesi TalkShow interaktif yang dipandu oleh moderator Ms. Aniza. Sesi diskusi mendalam ini menghadirkan tiga narasumber ahli, yaitu Mr. Faiz Nashrullah, Mr. Abdul Malik Taslimi, dan Ms. Rina Mutoharoh. Ketiganya saling berbagi sudut pandang dan pengalaman praktis mengenai pentingnya penguasaan public speaking dalam dunia kerja dan organisasi.

     Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini ditutup dengan aksi flashmob yang ceria dari Ms. Khailila dan Ms. Safaa, sesi foto bersama seluruh peserta dan pemateri, serta penampilan musik penutup (sing a song) bersama oleh Ms. Zulfa dan Ms. Aul. Melalui seminar nasional ini, UKM T-MAPS berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya berani bersuara, tetapi juga mampu menyampaikan pesan yang membawa perubahan positif bagi masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...

Lulusan UIN Susah Kerja: Antara Realita Skill dan Ekspektasi Tinggi

      Akhir-akhir ini, sering banget muncul anggapan kalau lulusan UIN itu susah cari kerja.Bahkan ada yang bilang skill-nya di bawah rata-rata,tapi giliran soal gaji, mintanya nggak kira-kira.    Kalau dilihat dari situ, memang ada beberapa hal yang jadi catatan.Selama kuliah,banyak mahasiswa yang lebih fokus ke teori,tapi skill praktiknya kurang diasah. Jadi pas lulus,mereka kaget karena dunia kerja butuh kemampuan yang langsung bisa dipakai,bukan cuma ngerti materi. Ditambah lagi ada yang bilang kurikulumnya masih nanggung, nggak benar-benar fokus di satu bidang.    Selain itu,pengalaman juga jadi faktor penting. Nggak sedikit yang lulus tanpa pernah magang atau punya portofolio yang jelas. Padahal sekarang, perusahaan lebih lihat apa yang bisa kita lakukan, bukan cuma nilai atau gelar. Jadi wajar kalau akhirnya banyak yang kalah saing.    Soal gaji juga sering jadi bahan omongan. Ada lulusan yang pengennya langsung dapat gaji tinggi, pada...