Langsung ke konten utama

Permata TV Hadirkan Presentasi Offline Finalis Lomba Esai melalui Permata Fest 2026





     Surakarta, 12 September 2026 — Permata TV melalui Permata Fest 2026 menghadirkan presentasi offline finalis lomba esai yang berlangsung di Lab Permata TV. Kegiatan ini menjadi tahap akhir kompetisi yang mempertemukan tiga tim finalis untuk menyampaikan gagasan esai mereka di hadapan dewan juri.

     Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari ketua pelaksana. Selanjutnya, ketiga tim finalis secara bergantian mempresentasikan esai yang telah mereka persiapkan di hadapan dewan juri.

     Setiap presentasi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara finalis dan dewan juri. Melalui sesi tersebut, peserta berkesempatan menjelaskan gagasan yang diangkat sekaligus mempertahankan argumen mereka berdasarkan pertanyaan yang diberikan oleh juri.

      Setelah seluruh finalis menyelesaikan presentasi dan sesi tanya jawab, dewan juri melakukan penilaian akhir untuk menentukan hasil kompetisi. Penilaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan pengumuman juara dan awarding sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta atas karya dan gagasan yang telah disampaikan.

     Melalui Permata Fest 2026, Permata TV turut menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan melalui karya esai serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berargumentasi, dan berkomunikasi secara langsung. Presentasi offline ini juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman kompetisi yang tidak hanya berfokus pada karya tulis, tetapi juga kemampuan peserta dalam mempresentasikan gagasannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...

Lulusan UIN Susah Kerja: Antara Realita Skill dan Ekspektasi Tinggi

      Akhir-akhir ini, sering banget muncul anggapan kalau lulusan UIN itu susah cari kerja.Bahkan ada yang bilang skill-nya di bawah rata-rata,tapi giliran soal gaji, mintanya nggak kira-kira.    Kalau dilihat dari situ, memang ada beberapa hal yang jadi catatan.Selama kuliah,banyak mahasiswa yang lebih fokus ke teori,tapi skill praktiknya kurang diasah. Jadi pas lulus,mereka kaget karena dunia kerja butuh kemampuan yang langsung bisa dipakai,bukan cuma ngerti materi. Ditambah lagi ada yang bilang kurikulumnya masih nanggung, nggak benar-benar fokus di satu bidang.    Selain itu,pengalaman juga jadi faktor penting. Nggak sedikit yang lulus tanpa pernah magang atau punya portofolio yang jelas. Padahal sekarang, perusahaan lebih lihat apa yang bisa kita lakukan, bukan cuma nilai atau gelar. Jadi wajar kalau akhirnya banyak yang kalah saing.    Soal gaji juga sering jadi bahan omongan. Ada lulusan yang pengennya langsung dapat gaji tinggi, pada...