Langsung ke konten utama

UKM Marching Band Tampilkan Aksi di UKM FIRE #14 2026, Kenalkan Wadah Pengembangan Minat dan Bakat Mahasiswa

   Surakarta, 24 Agustus 2026 - Kegiatan UKM FIRE #14 2026 menjadi salah satu momentum bagi mahasiswa baru UIN Raden Mas Said Surakarta untuk mengenal lebih dekat berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di lingkungan kampus. Salah satu UKM yang turut memeriahkan rangkaian kegiatan tersebut adalah UKM Marching Band.

   Ketua UKM Marching Band, Amelia Diva Loviana, menyampaikan bahwa kehadiran UKM FIRE menjadi kesempatan yang baik untuk memperkenalkan sekaligus menunjukkan eksistensi UKM kepada mahasiswa baru. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat membantu mahasiswa baru melihat bahwa UKM tidak hanya menjadi sebuah organisasi, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk menyalurkan minat, bakat, kreativitas, serta pengalaman di luar perkuliahan.

   «“Menurut saya, acara UKM FIRE ini kegiatan yang bagus, karena bisa menjadi salah satu wadah untuk memperkenalkan dan menunjukkan eksistensi UKM yang ada di UIN Raden Mas Said Surakarta kepada mahasiswa baru,” ujar Amelia.»

   Lebih lanjut, Amelia berharap kegiatan UKM FIRE dapat terus menjadi ruang bagi berbagai UKM untuk memperkenalkan potensi dan kegiatan mereka kepada mahasiswa baru. Ia juga berharap UKM di UIN Raden Mas Said Surakarta, khususnya UKM Marching Band, dapat terus berkembang dan semakin dikenal oleh mahasiswa.

   Menurutnya, UKM juga dapat menjadi tempat yang nyaman bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat. Ia berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mencoba berbagai kegiatan, menemukan passion, serta ikut berproses bersama UKM yang sesuai dengan minat mereka.

   Melalui kehadiran UKM Marching Band dalam UKM FIRE #14 2026, mahasiswa baru tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga kesempatan untuk melihat secara langsung salah satu bentuk kegiatan kemahasiswaan yang dapat menjadi ruang pengembangan diri di luar kegiatan akademik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lulusan UIN Susah Kerja: Antara Realita Skill dan Ekspektasi Tinggi

      Akhir-akhir ini, sering banget muncul anggapan kalau lulusan UIN itu susah cari kerja.Bahkan ada yang bilang skill-nya di bawah rata-rata,tapi giliran soal gaji, mintanya nggak kira-kira.    Kalau dilihat dari situ, memang ada beberapa hal yang jadi catatan.Selama kuliah,banyak mahasiswa yang lebih fokus ke teori,tapi skill praktiknya kurang diasah. Jadi pas lulus,mereka kaget karena dunia kerja butuh kemampuan yang langsung bisa dipakai,bukan cuma ngerti materi. Ditambah lagi ada yang bilang kurikulumnya masih nanggung, nggak benar-benar fokus di satu bidang.    Selain itu,pengalaman juga jadi faktor penting. Nggak sedikit yang lulus tanpa pernah magang atau punya portofolio yang jelas. Padahal sekarang, perusahaan lebih lihat apa yang bisa kita lakukan, bukan cuma nilai atau gelar. Jadi wajar kalau akhirnya banyak yang kalah saing.    Soal gaji juga sering jadi bahan omongan. Ada lulusan yang pengennya langsung dapat gaji tinggi, pada...

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...