Langsung ke konten utama

Surakarta World Cup FanFest 2026

   Surakarta, 15 Juli 2026—Rayakan Piala Dunia, SOCreative dan Pemkot Surakarta Gelar "Surakarta World Cup FanFest 2026" Berbasis Ekonomi Kreatif di Balai Kota SURAKARTA.

   Memantapkan posisinya sebagai bagian dari Jaringan Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network), Kota Surakarta bersiap memeriahkan perhelatan akbar Piala Dunia dengan cara yang unik dan inovatif. Komunitas SOCreative berkolaborasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surakarta serta BPC HIPMI Surakarta resmi menghadirkan acara "Surakarta World Cup FanFest 2026" yang akan berlangsung pada 14–20 Juli 2026 di Halaman Balai Kota Surakarta. Acara ini akan dimulai setiap harinya pukul 15.00 WIB hingga dini hari menyesuaikan jadwal pertandingan.

   Sebagai kota kreatif, Surakarta tidak hanya menyajikan tontonan sepak bola biasa, melainkan mengawinkan euforia olahraga dengan aktivasi industri kreatif lokal. Selama satu pekan penuh, ruang publik Balai Kota disulap menjadi episentrum kreativitas yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa dipungut biaya.

   Rangkaian aktivitas kreatif yang dihadirkan dalam perhelatan ini meliputi:

* Nobar Bola Gembira: Agenda utama kegiatan dalam memeriahkan pesta piala dunia 2026

* Kompetisi Esport: Turnamen FC26 sebagai wadah unjuk bakat bagi para talenta digital dan pencinta game di Solo.

* Podcast Bola Live: Diskusi interaktif seputar sepakbola bersama praktisi dan para pengamat sepak bola.

* Predict the Champion: Aktivitas tebak juara yang interaktif dengan keterlibatan langsung dari penonton.

* Screening Film: Berkolaborasi dengan komunitas film, Forum Filmmaker Solo Raya (FORFIS) yaitu screening film untuk menghibur masyarakat dalam menyambut pesta bola dunia dalam kacamata seni film yang menggugah inspirasi. 

* 44 Tenant UMKM: Pasar kreatif kuliner dan produk kerajinan lokal pilihan hasil kurasi untuk menggerakkan ekonomi hilir.

* Hiburan Musik Inklusif: Panggung hiburan musik oleh musisi lokal dengan genre rock hingga keroncong khas Solo yang ramah dan dapat dinikmati oleh semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.

* Banjir Doorprize: Pembagian berbagai hadiah menarik di setiap sela pertandingan bagi pengunjung yang beruntung dengan Game dan Quiz yang menarik selama acara berlangsung.

   "Melalui 'Surakarta World Cup Fanfest 2026' ini, kami ingin membuktikan bahwa demam sepak bola dunia bisa direspons secara produktif melalui lensa industri kreatif. Dengan memadukan kompetisi esport, hiburan musik inklusif, hingga pelibatan 44 tenant UMKM lokal, kami berharap acara ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memutar roda ekonomi kreatif di Surakarta," ujar Dading Baskoro, Ketua Panitia Nobar Bola Gembira.

   Kolaborasi lintas sektor antara komunitas kreatif (SOCreative), pemerintah (Dispora), dan pelaku usaha muda (HIPMI) ini diharapkan menjadi cetak biru bagaimana ajang olahraga global dapat dimanfaatkan untuk mendorong sektor ekonomi daerah. Seluruh warga Solo dan sekitarnya diundang hadir dengan tetap menjaga ketertiban, kebersihan, dan semangat kebersamaan selama acara berlangsung.

   Tentang Penyelenggara:Acara ini diinisiasi oleh Komunitas SOCreative, sebuah kolektif penggerak industri kreatif di Solo, bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Surakarta selaku fasilitator regulasi olahraga daerah, serta BPC HIPMI Surakarta yang menaungi para pengusaha muda lokal demi mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.

Kontak Media:

Danil Yugusta

Humas dan Media Relations

0821-3910-0753

IG : @solocreative.hub

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...

Lulusan UIN Susah Kerja: Antara Realita Skill dan Ekspektasi Tinggi

      Akhir-akhir ini, sering banget muncul anggapan kalau lulusan UIN itu susah cari kerja.Bahkan ada yang bilang skill-nya di bawah rata-rata,tapi giliran soal gaji, mintanya nggak kira-kira.    Kalau dilihat dari situ, memang ada beberapa hal yang jadi catatan.Selama kuliah,banyak mahasiswa yang lebih fokus ke teori,tapi skill praktiknya kurang diasah. Jadi pas lulus,mereka kaget karena dunia kerja butuh kemampuan yang langsung bisa dipakai,bukan cuma ngerti materi. Ditambah lagi ada yang bilang kurikulumnya masih nanggung, nggak benar-benar fokus di satu bidang.    Selain itu,pengalaman juga jadi faktor penting. Nggak sedikit yang lulus tanpa pernah magang atau punya portofolio yang jelas. Padahal sekarang, perusahaan lebih lihat apa yang bisa kita lakukan, bukan cuma nilai atau gelar. Jadi wajar kalau akhirnya banyak yang kalah saing.    Soal gaji juga sering jadi bahan omongan. Ada lulusan yang pengennya langsung dapat gaji tinggi, pada...