Langsung ke konten utama

Pameran Tunggal “Iskitsa7” Resmi Dibuka, Hadirkan Ruang Apresiasi Karya Mahasiswa Seni Rupa dan Desain UIN Raden Mas Said Surakarta


  Surakarta, 5 Juni 2026 – Pameran tunggal bertajuk “Iskitsa7” resmi dibuka pada Jumat (5/6) dan berlangsung dengan lancar di lingkungan Program Studi Seni Rupa dan Desain UIN Raden Mas Said Surakarta. Kegiatan ini menjadi wadah apresiasi sekaligus ruang interaksi antara seniman, mahasiswa, akademisi, dan masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap dunia seni rupa.

  Acara dimulai pukul 14.00 WIB dengan sesi pembukaan dan sambutan dari pihak penyelenggara. Dalam sambutannya, panitia menyampaikan bahwa pameran ini tidak hanya menjadi sarana menampilkan hasil proses kreatif, tetapi juga sebagai bentuk refleksi perjalanan artistik yang telah dilalui oleh perupa dalam menghasilkan karya-karyanya.

  Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Open Gallery pada pukul 15.00 WIB. Para pengunjung berkesempatan menikmati berbagai karya yang dipamerkan serta berdialog secara langsung mengenai ide, proses penciptaan, dan makna yang terkandung dalam setiap karya.

  Antusiasme pengunjung semakin terlihat saat berlangsungnya Workshop Ganci Batik pada pukul 16.00 WIB yang dipandu oleh Lurik Rejeki. Workshop ini memberikan pengalaman praktik langsung kepada peserta dalam membuat gantungan kunci berbasis motif batik. Kegiatan tersebut mendapat respons positif karena mampu memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal melalui media yang kreatif dan mudah diterapkan.

  Selama pelaksanaan acara, suasana pameran berlangsung hangat dan interaktif. Pengunjung dari berbagai kalangan tampak aktif mengamati karya, bertukar pandangan, serta mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan panitia. Kehadiran workshop juga menambah daya tarik pameran karena memberikan pengalaman yang lebih dekat antara seni dan masyarakat.

  Pameran hari pertama kemudian ditutup pada pukul 20.00 WIB. Melalui penyelenggaraan “Iskitsa7”, diharapkan dapat tercipta ruang yang lebih luas untuk mengembangkan apresiasi seni, memperkuat kreativitas mahasiswa, serta memperkenalkan karya seni kepada publik secara lebih dekat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

PERANG CHIP, BABAK BARU AMERIKA VS CHINA

Sejak pengamatan Gordon Moore pada tahun 1965, menegaskan jumlah transistor pada mikroprosesor akan berlipat ganda setiap 2 tahun. Sementara harganya akan turun dan performa serta efisiensi daya akan semakin meningkat. Akan tetapi relevansi Hukum Moore saat ini dipertanyakan karena ukuran transistor terus mengecil, hampir mendekati ukuran sebuah atom membuat manufaktur semakin sulit. Sebagai contoh dilansir Nanoreview pada System on a Chip (SoC) Qualcomm Snapdragon 8 Gen 2 memiliki sekitar 16 miliyar transistor dengan fabrikasi 4 nm. Fabrikasi dibawah 10 nm merupakan yang paling canggih yang berhasil dibuat hingga saat ini. Pembuatan mikroprosesor dibawah 10 nm merupakan sebuah tantangan tersendiri untuk produsen mikroprosesor. Salah satunya adalah Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), perusahaan ini milik Pemerintah China yang bergerak di bidang pembuatan semikonduktor. SMIC kesulitan karena Amerika Serikat telah memblokir mesin litografi Extreme Ultraviolet ...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...