Langsung ke konten utama

Talkshow dan Awarding Lomba Fotografi “Surakarta dalam Bingkai Budaya, Cerita Tradisi dalam Lensa”

 


   Surakarta, 17 Mei 2026 — Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta bekerja sama dengan Bayusuta Event Organizer sukses menyelenggarakan kegiatan Talkshow dan Awarding Lomba Fotografi bertajuk “Surakarta dalam Bingkai Budaya, Cerita Tradisi dalam Lensa” pada Minggu, 17 Mei 2026 di Monumen Pers Nasional Surakarta.

   Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap dunia fotografi sekaligus upaya mengenalkan budaya dan tradisi Kota Surakarta melalui karya visual yang kreatif dan bermakna. Acara dihadiri oleh peserta, tamu undangan, serta mahasiswa yang memiliki ketertarikan terhadap fotografi dan budaya lokal.

   Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta sambutan dari Ketua Panitia. Dalam sambutannya, panitia menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menjadi ruang kreativitas bagi generasi muda dalam mengangkat nilai budaya melalui media fotografi.

 Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan presentasi tiga karya nominasi terbaik yang menampilkan berbagai potret budaya dan tradisi khas Surakarta. Karya-karya tersebut memperlihatkan kemampuan peserta dalam menyampaikan cerita budaya melalui sudut pandang visual yang menarik dan penuh makna.

  Sesi talkshow menjadi salah satu agenda utama yang berlangsung secara interaktif dan inspiratif. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan fotografi budaya di era digital, teknik visual storytelling, serta pentingnya peran generasi muda dalam melestarikan budaya lokal melalui karya kreatif.

  Acara kemudian ditutup dengan sesi awarding sebagai bentuk penghargaan kepada para pemenang lomba fotografi yang berhasil menghadirkan karya terbaik sesuai tema kegiatan. Selain menjadi ajang apresiasi, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian budaya melalui media visual.

 Melalui kegiatan “Surakarta dalam Bingkai Budaya, Cerita Tradisi dalam Lensa”, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Raden Mas Said Surakarta berharap dapat terus menghadirkan kegiatan kreatif dan edukatif yang mampu menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...

PERANG CHIP, BABAK BARU AMERIKA VS CHINA

Sejak pengamatan Gordon Moore pada tahun 1965, menegaskan jumlah transistor pada mikroprosesor akan berlipat ganda setiap 2 tahun. Sementara harganya akan turun dan performa serta efisiensi daya akan semakin meningkat. Akan tetapi relevansi Hukum Moore saat ini dipertanyakan karena ukuran transistor terus mengecil, hampir mendekati ukuran sebuah atom membuat manufaktur semakin sulit. Sebagai contoh dilansir Nanoreview pada System on a Chip (SoC) Qualcomm Snapdragon 8 Gen 2 memiliki sekitar 16 miliyar transistor dengan fabrikasi 4 nm. Fabrikasi dibawah 10 nm merupakan yang paling canggih yang berhasil dibuat hingga saat ini. Pembuatan mikroprosesor dibawah 10 nm merupakan sebuah tantangan tersendiri untuk produsen mikroprosesor. Salah satunya adalah Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), perusahaan ini milik Pemerintah China yang bergerak di bidang pembuatan semikonduktor. SMIC kesulitan karena Amerika Serikat telah memblokir mesin litografi Extreme Ultraviolet ...