Langsung ke konten utama

MADREYA EO SUKSES GELAR “NGE-LAWAK BERBUDAYA” DI KOAT COFFEE KARTASURA


     Kartasura, 17 Mei 2026 - Madreya EO, kelompok event organizer yang beranggotakan mahasiswa semester 6 Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Raden Mas Said Surakarta, sukses menyelenggarakan acara bertajuk “Nge-Lawak Berbudaya” pada Sabtu malam, 16 Mei 2026 di Koat Coffee Kartasura. Acara ini hadir sebagai wadah hiburan kreatif yang memadukan komedi, musik, dan unsur budaya dalam suasana yang hangat serta interaktif.


     Kolaborasi Komedi, Musik, dan Talkshow Kegiatan ini dipandu oleh Azfa Alfarizie sebagai MC yang berhasil membangun suasana meriah sejak awal hingga akhir acara. Stand-Up Comedy menampilkan para komika lokal, yaitu Arsya Sabili Akbar, Rillo Pambudhi, dan Ahmad Faqihuddin, yang sukses mengocok perut penonton dengan materi-materi segar mereka.


     Penampilan live music dari Callysta Adelia yang turut menambah semarak dan menghidupkan suasana malam di Kartasura. Talkshow Interaktif sebagai sesi penutup yang menghadirkan Ahmad Faqihuddin (Dalang Kondang Solo-Raya) dan Callysta Adelia (Putra Putri Lawu 2025) sebagai narasumber, membahas seputar kreativitas anak muda dalam melestarikan budaya lewat media hiburan.


     Acara berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para pengunjung. Melalui kegiatan ini, Madreya EO berhasil menciptakan ruang interaksi yang positif, santai, dan penuh tawa bagi anak muda serta komunitas kreatif di Solo Raya. Ketua EO Madreya, Ilham Firmansyah Mahfudz, menyampaikan bahwa sebagai mahasiswa komunikasi, proyek ini menjadi bukti nyata penerapan ilmu di bangku perkuliahan.


      _"Kami berharap Nge-Lawak Berbudaya dapat menjadi langkah awal bagi Madreya EO untuk terus menghadirkan kegiatan kreatif yang positif, menghibur, serta dekat dengan generasi muda tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya di dalamnya."_ ujarnya.


Informasi & Kontak Media:

Dokumentasi visual dan informasi lengkap mengenai kegiatan ini dapat diakses melalui akun Instagram resmi:


Instagram: @madreya.eo 

https://www.instagram.com/madreya.eo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...

Lulusan UIN Susah Kerja: Antara Realita Skill dan Ekspektasi Tinggi

      Akhir-akhir ini, sering banget muncul anggapan kalau lulusan UIN itu susah cari kerja.Bahkan ada yang bilang skill-nya di bawah rata-rata,tapi giliran soal gaji, mintanya nggak kira-kira.    Kalau dilihat dari situ, memang ada beberapa hal yang jadi catatan.Selama kuliah,banyak mahasiswa yang lebih fokus ke teori,tapi skill praktiknya kurang diasah. Jadi pas lulus,mereka kaget karena dunia kerja butuh kemampuan yang langsung bisa dipakai,bukan cuma ngerti materi. Ditambah lagi ada yang bilang kurikulumnya masih nanggung, nggak benar-benar fokus di satu bidang.    Selain itu,pengalaman juga jadi faktor penting. Nggak sedikit yang lulus tanpa pernah magang atau punya portofolio yang jelas. Padahal sekarang, perusahaan lebih lihat apa yang bisa kita lakukan, bukan cuma nilai atau gelar. Jadi wajar kalau akhirnya banyak yang kalah saing.    Soal gaji juga sering jadi bahan omongan. Ada lulusan yang pengennya langsung dapat gaji tinggi, pada...