Langsung ke konten utama

Jurnalisme di Era Banjir Informasi

 


 Sukoharjo, 21/05/2026 — Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HMPS KPI) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah HMPS KPI UIN Raden Mas Said Surakarta akan menyelenggarakan kegiatan Seminar Jurnalistik 2026 dengan tema “Beyond The Headline: Jurnalisme di Era Banjir Informasi” pada Kamis, 21 Mei 2026 bertempat di Aula Rektorat Lantai 3 UIN Raden Mas Said Surakarta.

 Kegiatan seminar ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan mahasiswa mengenai perkembangan dunia jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital. Melalui tema tersebut, peserta diajak memahami bagaimana jurnalisme tetap menjaga kredibilitas, etika, dan akurasi informasi di era media yang semakin cepat berkembang.

   Acara dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan registrasi peserta dan akan dibuka secara resmi oleh panitia. Rangkaian kegiatan meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars UIN RMS, dan Forkomnas KPI, dilanjutkan sambutan dari Ketua Panitia serta Kaprodi KPI.

   Seminar ini menghadirkan dua pemateri yang akan membahas tantangan dan peluang jurnalistik modern, yaitu Ragil Listiyoningsih dan Muhamad Lutfi Ulinuha. Selain sesi penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan narasumber.

 Ketua panitia,  Raihan Muhammad Fa’iz, menyampaikan bahwa seminar ini diharapkan mampu menjadi ruang diskusi dan pembelajaran bagi mahasiswa agar lebih kritis dalam memahami informasi serta mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.

 Melalui kegiatan ini, HMPS KPI berharap mahasiswa dapat meningkatkan literasi media dan memiliki kesadaran akan pentingnya peran jurnalisme yang bertanggung jawab di tengah banjir informasi saat ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...

Lulusan UIN Susah Kerja: Antara Realita Skill dan Ekspektasi Tinggi

      Akhir-akhir ini, sering banget muncul anggapan kalau lulusan UIN itu susah cari kerja.Bahkan ada yang bilang skill-nya di bawah rata-rata,tapi giliran soal gaji, mintanya nggak kira-kira.    Kalau dilihat dari situ, memang ada beberapa hal yang jadi catatan.Selama kuliah,banyak mahasiswa yang lebih fokus ke teori,tapi skill praktiknya kurang diasah. Jadi pas lulus,mereka kaget karena dunia kerja butuh kemampuan yang langsung bisa dipakai,bukan cuma ngerti materi. Ditambah lagi ada yang bilang kurikulumnya masih nanggung, nggak benar-benar fokus di satu bidang.    Selain itu,pengalaman juga jadi faktor penting. Nggak sedikit yang lulus tanpa pernah magang atau punya portofolio yang jelas. Padahal sekarang, perusahaan lebih lihat apa yang bisa kita lakukan, bukan cuma nilai atau gelar. Jadi wajar kalau akhirnya banyak yang kalah saing.    Soal gaji juga sering jadi bahan omongan. Ada lulusan yang pengennya langsung dapat gaji tinggi, pada...