Langsung ke konten utama

Workshop Event Organizer HMPS KPI 2026 “Turning Problems Into Event"

 


Sukoharjo, 21 April 2026 — Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HMPS KPI), Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menyelenggarakan kegiatan Workshop Event Organizer bertajuk “Turning Problems Into Event” pada Selasa (21/04) bertempat di Gedung SBSN Lantai 1 kampus setempat.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengelola dan menyelenggarakan sebuah event secara profesional, kreatif, dan solutif. Workshop ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana mengubah berbagai permasalahan menjadi peluang dalam dunia event organizer, sekaligus melatih keterampilan komunikasi, manajemen, dan kerja tim.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan rangkaian kegiatan yang meliputi pembukaan oleh MC, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta penampilan opening dance. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh perwakilan fakultas, Joni Rusdiana, S.Sos., M.I.Kom.

Memasuki acara inti, peserta mendapatkan materi dari narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Paramita Sari Indah Widarini, S.I.Kom., M.I.Kom. dan Pitoyo Aji, S.Pd. Kedua pemateri memberikan wawasan praktis terkait perencanaan, pelaksanaan, serta strategi penyelesaian masalah dalam event organizer. Sesi ini berlangsung interaktif melalui tanya jawab antara peserta dan pemateri.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan sesi Focus Group Discussion (FGD) yang memungkinkan peserta untuk berdiskusi secara langsung dan mendalami materi yang telah disampaikan. Melalui sesi ini, peserta dilatih untuk berpikir kritis dan mampu mengaplikasikan ilmu ke dalam praktik nyata dalam pengelolaan event.

Dalam sambutannya, Joni Rusdiana, S.Sos., M.I.Kom. juga menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa KPI dalam menghadapi tantangan di dunia industri kreatif, khususnya di bidang event organizer.

Sebagai penutup, kegiatan dilengkapi dengan sesi sharing bersama Perhumas yang memberikan insight tambahan mengenai dunia kehumasan dan event management secara profesional.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, HMPS KPI berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan keterampilan mahasiswa serta menciptakan generasi yang inovatif, adaptif, dan siap bersaing di era digital.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lulusan UIN Susah Kerja: Antara Realita Skill dan Ekspektasi Tinggi

      Akhir-akhir ini, sering banget muncul anggapan kalau lulusan UIN itu susah cari kerja.Bahkan ada yang bilang skill-nya di bawah rata-rata,tapi giliran soal gaji, mintanya nggak kira-kira.    Kalau dilihat dari situ, memang ada beberapa hal yang jadi catatan.Selama kuliah,banyak mahasiswa yang lebih fokus ke teori,tapi skill praktiknya kurang diasah. Jadi pas lulus,mereka kaget karena dunia kerja butuh kemampuan yang langsung bisa dipakai,bukan cuma ngerti materi. Ditambah lagi ada yang bilang kurikulumnya masih nanggung, nggak benar-benar fokus di satu bidang.    Selain itu,pengalaman juga jadi faktor penting. Nggak sedikit yang lulus tanpa pernah magang atau punya portofolio yang jelas. Padahal sekarang, perusahaan lebih lihat apa yang bisa kita lakukan, bukan cuma nilai atau gelar. Jadi wajar kalau akhirnya banyak yang kalah saing.    Soal gaji juga sering jadi bahan omongan. Ada lulusan yang pengennya langsung dapat gaji tinggi, pada...

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...