Langsung ke konten utama

WISUDA UIN RADEN MAS SAID SURAKARTA KE-61 TAHUN 2026

   Surakarta, 10 April 2026 – UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menyelenggarakan Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor ke-61 pada Rabu, 8 April 2026. Acara berlangsung khidmat di ruang rapat senat terbuka dan diikuti oleh ratusan wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan.

  Pada wisuda kali ini, total lulusan mencapai 747 wisudawan.Acara dimulai pukul 07.00 WIB dengan kedatangan wisudawan dan dilanjutkan dengan prosesi senat. Kegiatan resmi dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UIN Raden Mas Said Surakarta, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa.

  Memasuki inti acara, Rektor secara simbolis mewisuda para lulusan Sarjana, Magister, dan Doktor. Prosesi dilanjutkan dengan pemindahan kuncir serta penyerahan ijazah dan piagam penghargaan kepada wisudawan berprestasi, termasuk lulusan cumlaude dan terbaik dari masing-masing fakultas serta pascasarjana.


Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada wisudawan tahfidz sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik dan spiritual. Seluruh rangkaian prosesi wisuda berlangsung dengan tertib hingga penyerahan ijazah kepada seluruh wisudawan selesai.

   Acara semakin khidmat dengan pengucapan Ikrar Alumni serta penampilan lagu “Bagimu Negeri” dan Hymne UIN Raden Mas Said Surakarta oleh para wisudawan. Dalam sesi sambutan, perwakilan wisudawan dan Rektor menyampaikan pesan inspiratif terkait peran lulusan dalam menghadapi tantangan masa depan.

  Kegiatan ditutup secara resmi oleh Ketua Senat pada pukul 11.05 WIB setelah seluruh rangkaian acara selesai dilaksanakan.Melalui wisuda ini, UIN Raden Mas Said Surakarta berharap para lulusan dapat menjadi insan yang berilmu, berakhlak, mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...

PERANG CHIP, BABAK BARU AMERIKA VS CHINA

Sejak pengamatan Gordon Moore pada tahun 1965, menegaskan jumlah transistor pada mikroprosesor akan berlipat ganda setiap 2 tahun. Sementara harganya akan turun dan performa serta efisiensi daya akan semakin meningkat. Akan tetapi relevansi Hukum Moore saat ini dipertanyakan karena ukuran transistor terus mengecil, hampir mendekati ukuran sebuah atom membuat manufaktur semakin sulit. Sebagai contoh dilansir Nanoreview pada System on a Chip (SoC) Qualcomm Snapdragon 8 Gen 2 memiliki sekitar 16 miliyar transistor dengan fabrikasi 4 nm. Fabrikasi dibawah 10 nm merupakan yang paling canggih yang berhasil dibuat hingga saat ini. Pembuatan mikroprosesor dibawah 10 nm merupakan sebuah tantangan tersendiri untuk produsen mikroprosesor. Salah satunya adalah Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), perusahaan ini milik Pemerintah China yang bergerak di bidang pembuatan semikonduktor. SMIC kesulitan karena Amerika Serikat telah memblokir mesin litografi Extreme Ultraviolet ...