Langsung ke konten utama

Tasyakur Wa Tahniah FUD 2026

 


   Surakarta, 9 April 2026 — Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta telah menyelenggarakan kegiatan Pelepasan Wisudawan/Wisudawati Angkatan 61 pada Selasa, 7 April 2026, bertempat di Multazam Hotel Solo. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi akademik sekaligus seremoni resmi bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan studi pada jenjang pendidikan tinggi.

   Acara diawali dengan proses registrasi peserta pada pukul 07.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh jajaran pimpinan fakultas yang terdiri atas Dekan, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, dan Koordinator Program Studi. Rangkaian pembukaan turut dimeriahkan dengan penampilan Tari Sufi serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Farras Auliya, yang memberikan nuansa religius dan khidmat pada kegiatan tersebut.

  Selanjutnya, seluruh hadirin mengikuti prosesi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars UIN Raden Mas Said Surakarta. Pembacaan Surat Keputusan oleh Nur Hidayatiningsih, S.Ag., M.H. menjadi landasan formal dalam pelaksanaan prosesi pelepasan wisudawan/wisudawati. 

 Puncak acara ditandai dengan prosesi pelepasan wisudawan/wisudawati yang berlangsung secara tertib dan khidmat, dipimpin oleh Dekan bersama jajaran pimpinan fakultas, serta diiringi dengan lagu “Bagimu Negeri”. Prosesi ini mencerminkan peralihan status mahasiswa menjadi alumni yang siap berkontribusi di tengah masyarakat.

   Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan serah terima simbolis dari pihak fakultas kepada alumni yang diwakili oleh Dr. Nur Sidik, S.Fil.I., M.Hum. serta penyampaian sambutan dari berbagai pihak, antara lain perwakilan wisudawan/wisudawati dan Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta.

   Sebagai penutup, acara diisi dengan hiburan, doa penutup oleh Dr. H. Lukman Harahap, S.Ag., M.Pd., serta sesi foto bersama yang menjadi dokumentasi resmi kegiatan. Seluruh rangkaian acara berakhir pada pukul 11.00 WIB dalam suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur.

   Melalui kegiatan ini, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta berharap para lulusan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh, menjaga integritas akademik, serta berperan aktif dalam pembangunan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan keilmuan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...

PERANG CHIP, BABAK BARU AMERIKA VS CHINA

Sejak pengamatan Gordon Moore pada tahun 1965, menegaskan jumlah transistor pada mikroprosesor akan berlipat ganda setiap 2 tahun. Sementara harganya akan turun dan performa serta efisiensi daya akan semakin meningkat. Akan tetapi relevansi Hukum Moore saat ini dipertanyakan karena ukuran transistor terus mengecil, hampir mendekati ukuran sebuah atom membuat manufaktur semakin sulit. Sebagai contoh dilansir Nanoreview pada System on a Chip (SoC) Qualcomm Snapdragon 8 Gen 2 memiliki sekitar 16 miliyar transistor dengan fabrikasi 4 nm. Fabrikasi dibawah 10 nm merupakan yang paling canggih yang berhasil dibuat hingga saat ini. Pembuatan mikroprosesor dibawah 10 nm merupakan sebuah tantangan tersendiri untuk produsen mikroprosesor. Salah satunya adalah Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), perusahaan ini milik Pemerintah China yang bergerak di bidang pembuatan semikonduktor. SMIC kesulitan karena Amerika Serikat telah memblokir mesin litografi Extreme Ultraviolet ...