Langsung ke konten utama

Wisuda ke-60 UIN Raden Mas Said Surakarta: Future Skills, Penguatan Keterampilan Lulusan di Era Digital



     Sukoharjo, 15 November 2025 - Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta sukses menyelenggarakan Wisuda ke-60 yang mengusung tema "Future Skills: Penguatan Keterampilan Lulusan di Era Digital”. Prosesi wisuda yang berlangsung selama dua hari, 12–13 November 2025, digelar secara khidmat di Graha UIN Raden Mas Said Surakarta. Acara dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Drs. H. Giyoto, M.Hum. selaku Ketua Sidang Senat, disusul dengan sambutan hangat dari Rektor Prof. Dr. H. Toto Suharto, M.Ag. yang menegaskan pentingnya penguasaan keterampilan masa depan bagi para lulusan. “Harapan kami kepada para wisudawan yang hari ini dan besok diwisuda, sesuai tema Future Skills, yaitu keterampilan apa yang harus dimiliki dalam menghadapi era digital. Hal ini menjadi salah satu penekanan penting,” ungkap Rektor.

     Suasana haru mewarnai ruang wisuda saat para wisudawan yang telah menempuh perjalanan panjang di bangku kuliah merayakan puncak perjuangan mereka. Senyum bangga, tawa bahagia, air mata haru, serta pelukan penuh makna berpadu menjadi momen yang tak terlupakan. Di tengah kemeriahan tersebut, prestasi gemilang turut hadir melalui Kustiari Fajar Wulandari, S.Sos., yang dinobatkan sebagai wisudawati terbaik dari Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Pada wisuda ke-60 ini, UIN Raden Mas Said Surakarta meluluskan 1.541 wisudawan program Sarjana 42 wisudawan program Magister, dan 6 wisudawan program Doktor, menandai semakin kuatnya kontribusi kampus dalam mencetak generasi unggul yang siap bersaing di berbagai sektor.

     Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan sumpah dan ikrar alumni yang dipimpin oleh lulusan terbaik Sarjana Sosial sebagai bentuk komitmen para alumni untuk menjaga nama baik almamater dan mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama jajaran Rektorat, Dekan, dan Para Guru Besar UIN Raden Mas Said Surakarta, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh hadirin. Wisuda ke-60 ini tidak hanya menjadi perayaan kelulusan, tetapi juga momentum penting untuk menegaskan arah pengembangan kompetensi lulusan agar siap berperan di tengah dinamika dunia digital yang terus berubah. Dengan semangat Future Skills, UIN Raden Mas Said Surakarta berkomitmen untuk terus melahirkan generasi cendekia yang adaptif, inovatif, dan berintegritas.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Lulusan UIN Susah Kerja: Antara Realita Skill dan Ekspektasi Tinggi

      Akhir-akhir ini, sering banget muncul anggapan kalau lulusan UIN itu susah cari kerja.Bahkan ada yang bilang skill-nya di bawah rata-rata,tapi giliran soal gaji, mintanya nggak kira-kira.    Kalau dilihat dari situ, memang ada beberapa hal yang jadi catatan.Selama kuliah,banyak mahasiswa yang lebih fokus ke teori,tapi skill praktiknya kurang diasah. Jadi pas lulus,mereka kaget karena dunia kerja butuh kemampuan yang langsung bisa dipakai,bukan cuma ngerti materi. Ditambah lagi ada yang bilang kurikulumnya masih nanggung, nggak benar-benar fokus di satu bidang.    Selain itu,pengalaman juga jadi faktor penting. Nggak sedikit yang lulus tanpa pernah magang atau punya portofolio yang jelas. Padahal sekarang, perusahaan lebih lihat apa yang bisa kita lakukan, bukan cuma nilai atau gelar. Jadi wajar kalau akhirnya banyak yang kalah saing.    Soal gaji juga sering jadi bahan omongan. Ada lulusan yang pengennya langsung dapat gaji tinggi, pada...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...