Langsung ke konten utama

KPI's DAY COMMUNICATION PARTY #10 |Meriahkan Kemeriahan dengan Kreativitas Mahasiswa KPI.

 

          Kartasura ,10 Oktober 2025 - Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam HMPS KPI kembali mengukir kemeriahan dengan menyelenggarakan acara tahunan, KPIS Day #10, yang menampilkan bakat luar biasa dari mahasiswa KPI angkatan 2024 dan 2025. Acara ini dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan, termasuk teater tradisional, tarian modern, hingga drama yang menghibur. Dengan semangat kebersamaan yang tinggi, acara ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan diri dan menunjukkan kreativitas mereka.

          Acara ini dimeriahkan dengan penampilan dari berbagai kelas, termasuk penampilan dari ananda Calista perwakilan dari KPI angkatan 2023 yang membawakan lagu dengan sangat memukau. Suasana semakin meriah dengan kehadiran UKM Gas 21 yang menutup acara dengan penampilan nyanyian yang luar biasa. Dengan konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, KPIS Day #10 ini menampilkan pertunjukan per kelas yang bertujuan untuk meningkatkan komunikasi dan menciptakan kehidupan harmonis di antara mahasiswa.

           Ketua Panitia Mei Purwanti menyampaikan bahwa acara ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antar mahasiswa dan meningkatkan kreativitas mereka. Dengan adanya acara seperti ini, mahasiswa dapat mengekspresikan diri dan menunjukkan bakat mereka dalam berbagai bidang. Pertunjukan yang ditampilkan tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dan berkembang.

           KPIS Day #10 menjadi bukti untuk selalu berinovasi dan memberikan wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka. Dengan semangat kebersamaan dan kreativitas yang tinggi, acara ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan menunjukkan bakat mereka .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Lulusan UIN Susah Kerja: Antara Realita Skill dan Ekspektasi Tinggi

      Akhir-akhir ini, sering banget muncul anggapan kalau lulusan UIN itu susah cari kerja.Bahkan ada yang bilang skill-nya di bawah rata-rata,tapi giliran soal gaji, mintanya nggak kira-kira.    Kalau dilihat dari situ, memang ada beberapa hal yang jadi catatan.Selama kuliah,banyak mahasiswa yang lebih fokus ke teori,tapi skill praktiknya kurang diasah. Jadi pas lulus,mereka kaget karena dunia kerja butuh kemampuan yang langsung bisa dipakai,bukan cuma ngerti materi. Ditambah lagi ada yang bilang kurikulumnya masih nanggung, nggak benar-benar fokus di satu bidang.    Selain itu,pengalaman juga jadi faktor penting. Nggak sedikit yang lulus tanpa pernah magang atau punya portofolio yang jelas. Padahal sekarang, perusahaan lebih lihat apa yang bisa kita lakukan, bukan cuma nilai atau gelar. Jadi wajar kalau akhirnya banyak yang kalah saing.    Soal gaji juga sering jadi bahan omongan. Ada lulusan yang pengennya langsung dapat gaji tinggi, pada...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...