Langsung ke konten utama

SEMINAR NASIONAL Kepenulisan "Menciptakan Intelektual Muda yang Kreatif dan Solutif Dalam Menulis "

 

      
      Surakarta,16 Mei 2025 - Seminar Nasional Kepenulisan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (DEMA FUD) Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta telah menyelenggarakan seminar dengan tema Seminar Nasional Kepenulisan"Menciptakan Intelektual Muda yang Kreatif dan Solutif Dalam Menulis ". Acara ini dipandu oleh moderator Ahmad Taufiq dan bertempat di gedung SBSN aula lantai 1 UIN Raden Mas Said Surakarta.

        Seminar ini telah di ikuti 103 peserta dan dimulai pukul 07:00 WIB dengan sambutan dari Natasya Permatasari Herdiansyah sebagai ketua pelaksana ,dan Moch Fadillah Zaid Kharisma sebagai ketua DEMA FUD.Rangkaian acara dilanjutkan pemaparan materi oleh Bapak Muhammad Milkhan, S.HI selaku pemateri 1, beserta adanya sesi tanya jawab peserta dengan pemateri.

      Materi yang disampaikan membahas tentang strategi dan pemahaman beliau dalam memaparkan sebuah ide menulis. Ia juga menekankan pentingnya membaca buku dan sebuah karya milik orang lain,agar dapat memberikan ide dan manfaat yang baik.

       Kemudian dilanjutkan pemaparan materi yang ke 2 oleh Bapak Joko Priyono menyampaikan materi yang bertema "Menjadi Penulis", tidak jauh berbeda dengan materi Bapak Muhammad milkhan .Ia juga menekankan pentingnya membaca, karena membaca dapat membangun sebuah karya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Lulusan UIN Susah Kerja: Antara Realita Skill dan Ekspektasi Tinggi

      Akhir-akhir ini, sering banget muncul anggapan kalau lulusan UIN itu susah cari kerja.Bahkan ada yang bilang skill-nya di bawah rata-rata,tapi giliran soal gaji, mintanya nggak kira-kira.    Kalau dilihat dari situ, memang ada beberapa hal yang jadi catatan.Selama kuliah,banyak mahasiswa yang lebih fokus ke teori,tapi skill praktiknya kurang diasah. Jadi pas lulus,mereka kaget karena dunia kerja butuh kemampuan yang langsung bisa dipakai,bukan cuma ngerti materi. Ditambah lagi ada yang bilang kurikulumnya masih nanggung, nggak benar-benar fokus di satu bidang.    Selain itu,pengalaman juga jadi faktor penting. Nggak sedikit yang lulus tanpa pernah magang atau punya portofolio yang jelas. Padahal sekarang, perusahaan lebih lihat apa yang bisa kita lakukan, bukan cuma nilai atau gelar. Jadi wajar kalau akhirnya banyak yang kalah saing.    Soal gaji juga sering jadi bahan omongan. Ada lulusan yang pengennya langsung dapat gaji tinggi, pada...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...