Langsung ke konten utama

UKM SRD UIN Raden Mas Said Surakarta Kembali Menggelar Pameran Seni Buka Rupa Vol. 5

 

SUKOHARJO (21/11/2024)- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Rupa dan Desain (SRD) menggelar Pameran Seni Buka Rupa Vol. 5 di Gedung Graha UIN Raden Mas Said Surakarta. Pameran ini merupakan event tahunan sekaligus puncak kegiatan UKM yang dilaksanakan selama tiga hari mulai Kamis (21/11/2024) sampai Sabtu (23/11/2024). Pembina UKM SRD, Nasrul Haki Firmamsyah memberikan sambutannya juga respon positif untuk pameran ini. Ketua Panita, Lutfi Ababil melakukan potonng tumpeng sebagai simbolis dibukanya Open Galeri Pameran Seni Buka Rupa Vol.5


Pameran ini terbuka untuk umum dan tidak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk berkunjung ke galeri pameran. Dibuka pukul 09.00-21.00 WIB, yang tentunya terdapat hiburan tambahan yang berbeda di tiap hariya. Pada hari pertama menampilkan live mural di depan galeri, lanjut hari kedua terdapat workshop buket dari Arum Florist dan penampilan dari Teater Sirat UIN Raden Mas Said Surakarta. Pada hari ketiga sekaligus penutup rangkaian acara, akan diisi penampilan dari band lokal yaitu Bivak, Splitbilz, Mees in Balance, The Gypsy, dan The Skit. 


Total ada 55 karya lukis yang ditampilkan dalam galeri pameran, dimana ada karya internal teman-teman SRD juga karya eksternal yang berasal dari masyarakat umum ataupun juga seniman lainnya. “Jadi, SRD itu,berbagi wadah lah untuk seniman-seniman yang ingin ikut andil dalam pameran buka rupa, ini,” jelas Luthfi.


Adapun maksud dan tujuan dari pameran ini guna menjalin silaturahmi serta relasi dengan pelaku seni lainnya, menambah wawasan mengenai dunia seni rupa, dan meningkatkan jiwa kesenian yang kreatif, inspiratif, dan inovatif. Merujuk tema “Sanity” yang memiliki corak kondisi alam yang terlihat, dimana melalui pameran kali ini ingin merespon bagaimana kondisi bumi yang mulai tua dengan memperlihatkan tanda-tanda kerusakan alam. Dalam keterangannya, Lutfi juga menyampaikan harapannya selaku ketua panitia pada pameran ini, “Semoga menjadi menarik untuk audiens, jadi, kita tuh ingin menunjukan eksistensi bahwa di UIN ini ada seni rupanya, gitu,” jelasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

PERANG CHIP, BABAK BARU AMERIKA VS CHINA

Sejak pengamatan Gordon Moore pada tahun 1965, menegaskan jumlah transistor pada mikroprosesor akan berlipat ganda setiap 2 tahun. Sementara harganya akan turun dan performa serta efisiensi daya akan semakin meningkat. Akan tetapi relevansi Hukum Moore saat ini dipertanyakan karena ukuran transistor terus mengecil, hampir mendekati ukuran sebuah atom membuat manufaktur semakin sulit. Sebagai contoh dilansir Nanoreview pada System on a Chip (SoC) Qualcomm Snapdragon 8 Gen 2 memiliki sekitar 16 miliyar transistor dengan fabrikasi 4 nm. Fabrikasi dibawah 10 nm merupakan yang paling canggih yang berhasil dibuat hingga saat ini. Pembuatan mikroprosesor dibawah 10 nm merupakan sebuah tantangan tersendiri untuk produsen mikroprosesor. Salah satunya adalah Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), perusahaan ini milik Pemerintah China yang bergerak di bidang pembuatan semikonduktor. SMIC kesulitan karena Amerika Serikat telah memblokir mesin litografi Extreme Ultraviolet ...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...