Langsung ke konten utama

UKM Fire #12: Menyambut Mahasiswa Baru dengan Semangat dan Kegembiraan



   SURAKARTA, 24 Agustus 2024 — UKM Fire #12 sukses digelar pada hari Sabtu, 24 Agustus 2024, di Hall FIT, UIN Raden Mas Said Surakarta. Acara ini diselenggarakan oleh Paguyuban Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebagai bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru 2024.

          Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. Abdullah Faishol, M.Hum. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta. "Yang perlu kami sampaikan, acara ini jangan sampai menimbulkan rasa yang tidak menyenangkan. Hari ini kalian harus senang, dan ini adalah pesta untuk kalian semua," ujarnya.

          Dr. Abdullah Faishol juga menekankan pentingnya acara ini sebagai momen bagi para mahasiswa baru untuk bisa berpikir jernih dan menemukan potensi diri mereka masing-masing. "Harapan kami, dengan adanya UKM Fire #12 ini, mahasiswa baru bisa berpikir jernih dan bisa melihat potensi masing-masing untuk ditempa," tambahnya.

          UKM Fire #12 menjadi wadah yang mempertemukan berbagai UKM yang ada di UIN Raden Mas Said Surakarta dengan mahasiswa baru. Dengan berbagai kegiatan menarik dan interaktif, acara ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi para mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan kampus serta mengembangkan diri mereka melalui berbagai UKM yang ada.

          Acara ini merupakan salah satu upaya universitas untuk menciptakan lingkungan kampus yang inklusif serta mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh. Para mahasiswa baru pun terlihat antusias dalam mengikuti rangkaian acara yang penuh semangat dan keceriaan ini.

          Dengan berakhirnya UKM Fire #12, diharapkan semangat dan antusiasme para mahasiswa baru untuk berkontribusi dalam berbagai UKM dapat terus berkembang, dan mereka siap untuk menghadapi tantangan serta peluang di masa depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Lulusan UIN Susah Kerja: Antara Realita Skill dan Ekspektasi Tinggi

      Akhir-akhir ini, sering banget muncul anggapan kalau lulusan UIN itu susah cari kerja.Bahkan ada yang bilang skill-nya di bawah rata-rata,tapi giliran soal gaji, mintanya nggak kira-kira.    Kalau dilihat dari situ, memang ada beberapa hal yang jadi catatan.Selama kuliah,banyak mahasiswa yang lebih fokus ke teori,tapi skill praktiknya kurang diasah. Jadi pas lulus,mereka kaget karena dunia kerja butuh kemampuan yang langsung bisa dipakai,bukan cuma ngerti materi. Ditambah lagi ada yang bilang kurikulumnya masih nanggung, nggak benar-benar fokus di satu bidang.    Selain itu,pengalaman juga jadi faktor penting. Nggak sedikit yang lulus tanpa pernah magang atau punya portofolio yang jelas. Padahal sekarang, perusahaan lebih lihat apa yang bisa kita lakukan, bukan cuma nilai atau gelar. Jadi wajar kalau akhirnya banyak yang kalah saing.    Soal gaji juga sering jadi bahan omongan. Ada lulusan yang pengennya langsung dapat gaji tinggi, pada...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...