Langsung ke konten utama

Solo Keroncong Festival 2024: Merayakan Keroncong sebagai Pengalaman Seni Lintas Genre


          Solo, 15 Juli 2024 – Solo Keroncong Festival, festival musik keroncong tahunan yang ikonik, kembali hadir untuk tahun ke-16 kalinya pada tanggal 19-20 Juli 2024. Diselenggarakan di Pamedan Pura Mangkunegaran. Festival ini mengusung tema “Keroncong Experience: Becik Ketitik Keroncong Ketara”, dengan Sruti Respati sebagai Creative Director yang mencerminkan semangat untuk terus melestarikan dan mengembangkan musik keroncong di era modern.

          Festival ini tidak hanya menjadi wadah bagi para pecinta keroncong untuk menikmati alunan musik yang indah, tetapi juga menjadi platform untuk memperkenalkan keroncong kepada generasi muda dan khalayak yang lebih luas. Melalui tema ini, Solo Keroncong Festival 2024 akan menghadirkan kolaborasi unik antara musik keroncong dengan berbagai genre musik modern, fashion kontemporer berbasis batik, dan berbagai pertunjukan seni lainnya.

Menggabungkan Tradisi dan Modernitas

          Pada Solo Keroncong Festival 2024, pengunjung akan disuguhkan dengan berbagai pertunjukan musik keroncong yang memadukan tradisi dan modernitas. Kolaborasi antar musisi keroncong ternama dengan musisi dari berbagai genre musik lainnya akan menjadi daya tarik utama festival ini. Selain itu, akan ada pertunjukan fashion yang menampilkan batik sebagai elemen utama, memadukan keindahan budaya tradisional dengan sentuhan modern.

Beragam Kegiatan untuk Semua Kalangan

          Selain pertunjukan musik, Solo Keroncong Festival 2024 juga menawarkan berbagai kegiatan menarik lainnya, seperti:

● Event Aktivitas: Berbagai aktivitas seperti Fashion Show, Nail Art, Babershop dll

● Mekanisme Open Call : Memberikan kesempatan bagi para talenta muda untuk menunjukkan bakat mereka dalam bermusik keroncong yang berlaku di tahun 2024 

● Keplek Ilat: Stand Food and Beverage Festival untuk Semua

          Solo Keroncong Festival 2024 terbuka untuk semua kalangan, baik pecinta musik keroncong maupun mereka yang ingin menjelajahi kekayaan budaya Jawa. Festival ini merupakan kesempatan yang tepat untuk merasakan atmosfer budaya Solo yang kental dan menikmati keindahan musik keroncong yang tak lekang oleh waktu. Mari hadiri Solo Keroncong Festival 2024 dan rasakan pengalaman seni keroncong yang tak terlupakan!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Lulusan UIN Susah Kerja: Antara Realita Skill dan Ekspektasi Tinggi

      Akhir-akhir ini, sering banget muncul anggapan kalau lulusan UIN itu susah cari kerja.Bahkan ada yang bilang skill-nya di bawah rata-rata,tapi giliran soal gaji, mintanya nggak kira-kira.    Kalau dilihat dari situ, memang ada beberapa hal yang jadi catatan.Selama kuliah,banyak mahasiswa yang lebih fokus ke teori,tapi skill praktiknya kurang diasah. Jadi pas lulus,mereka kaget karena dunia kerja butuh kemampuan yang langsung bisa dipakai,bukan cuma ngerti materi. Ditambah lagi ada yang bilang kurikulumnya masih nanggung, nggak benar-benar fokus di satu bidang.    Selain itu,pengalaman juga jadi faktor penting. Nggak sedikit yang lulus tanpa pernah magang atau punya portofolio yang jelas. Padahal sekarang, perusahaan lebih lihat apa yang bisa kita lakukan, bukan cuma nilai atau gelar. Jadi wajar kalau akhirnya banyak yang kalah saing.    Soal gaji juga sering jadi bahan omongan. Ada lulusan yang pengennya langsung dapat gaji tinggi, pada...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...