Langsung ke konten utama

HUT PERMATA TV KE 9 DAN MALAM KEAKRABAN


Karanganyar- Ulang tahun Permata TV yang ke 9 pada tanggal 27 April 2024 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena pada ulang tahun ke 9 Permata TV juga berbarengan dengan Malam Keakraban (Makrab) bersama anggota baru 2024. Perayaan ulang tahun sekaligus makrab dilaksanakan di Badan Latihan Kerja (BLK), Bangsri, Karangpandan, Karanganyar. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari satu malam yaitu pada tanggal 27-28 April 2024.

Pada hari pertama yaitu tanggal 27 April bertepatan dengan ulang tahun Permata TV di awali dengan potong tumpeng oleh Mursyid Mumtaz Al Abyan selaku Direktur Permata TV dan juga Lutfi Syaifudin selaku Wkil Direktur Permata TV. Setelah sesi potong tumpeng dilanjut dengan “Ngobrol Santai Bareng Crew Permata TV” yang dipimpin oleh Abyan selaku Direktur. Pada sesi ngobrol santai ini membahas mengenai film yang telah dibuat oleh angkatan sebelumnya yaitu “Pangarepan”. Sesi ngobrol santai ini untuk sharing mengenai pengalaman yang didapat oleh para crew dan juga demis Angkatan sebelumnya mengenai jalannya film “Pangarepan” ini dibuat dari Pra Production, Production, dan Pasca Production.

Dilanjut pada malam harinya yaitu malam keakraban yaitu dengan “Diskonya permata” atau yang disingkat menjadi (DISKOTA), acara ini diawali dangan pembukaan oleh Host dan dilanjut dengan acar berikutnya yaitu tukar kado, jadi pada acara ini para crew diwajibkan membawa kado senilai 10 ribu yang lalu akan diputarkan ke crew lain sehingga para crew akan mendapatkan kado secara acak. Setelah bertukar kado kita lanjut dengan party bersenang-senang bersama dengan berjoget dan juga bernyanyi bersama-sama.

Pada hari kedua yaitu tanggal 28 April 2024 diisi dengan senam dan juga foto per devisi dengan formal dan non formal. Foto devisi merupakan program kerja dari devisi HRD yang diadakan setiap tahun atau setiap pergantian pengurus. Foto devisi sendiri akan menjadi arsip dan juga diupload ke sosial media Permata TV sehingga agar lebih mudah dikenali oleh khalayak ramai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Lulusan UIN Susah Kerja: Antara Realita Skill dan Ekspektasi Tinggi

      Akhir-akhir ini, sering banget muncul anggapan kalau lulusan UIN itu susah cari kerja.Bahkan ada yang bilang skill-nya di bawah rata-rata,tapi giliran soal gaji, mintanya nggak kira-kira.    Kalau dilihat dari situ, memang ada beberapa hal yang jadi catatan.Selama kuliah,banyak mahasiswa yang lebih fokus ke teori,tapi skill praktiknya kurang diasah. Jadi pas lulus,mereka kaget karena dunia kerja butuh kemampuan yang langsung bisa dipakai,bukan cuma ngerti materi. Ditambah lagi ada yang bilang kurikulumnya masih nanggung, nggak benar-benar fokus di satu bidang.    Selain itu,pengalaman juga jadi faktor penting. Nggak sedikit yang lulus tanpa pernah magang atau punya portofolio yang jelas. Padahal sekarang, perusahaan lebih lihat apa yang bisa kita lakukan, bukan cuma nilai atau gelar. Jadi wajar kalau akhirnya banyak yang kalah saing.    Soal gaji juga sering jadi bahan omongan. Ada lulusan yang pengennya langsung dapat gaji tinggi, pada...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...