Langsung ke konten utama

PELEPASAN CALON WISUDAWAN

 

 

     Sukoharjo (07/03/20024) – Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) menyelenggarakan pelepasan wisuda ke-55 di Gedung Lamin Etam JL. Indronoto No.89, Area Sawah,Ngabeyan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. Pelepasan wisudawan/i dihadiri sebanyak 288 calon wisudawan/i, dengan rincian 25 Mahasiswa Prodi Ilmu Al-quran dan Tafsir(IAT), 12 Mahasiswa Prodi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), 67 Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), 75 Mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), 5 Mahasiswa Prodi Tasawuf dan Psikoterapi (TP), 37Mahasiswa Prodi Manajemen Dakwah (MD), 67 MahasiswaProdi Psikologi Islam (PI).

     Prosesi pelepasan wisudawan/i dimulai pukul 08.00 WIB, dengan pembacaan ayat suci al-quran oleh Listiani Muyassyaroh Mahasiswa prodi PI ). Prosesi selanjutnya pembacaan surat keputusan dilanjut pembacaan wisudawan /iterbaik masing-masing program studi, dengan Kurnia Faizatul Muna Mahasiswa prodi MD ) sebagai wisudawan terbaik FUD. Yang kemudian dilanjut pelepasan wisudawan setiap prodi. Pukul 10.00 wib serah terima dari fakultas kepada alumni dilakukan oleh Wakil Dekan III Dr. H. Lukman Harahap, S.Ag.,M.Pd. dan Ketua Ikatan Aumni Triyono, M.Si. 

     Sesi terakhir acara adalah sambutan oleh Kurnia Faizatul Muna sebagai wakil wisudawan/i, dilanjut dengan Dekan FUD Dr. H. Kholilurrohman, M. Si. Di sambung oleh wakil wali wisudawan/i Kunti Fatimah Zahro, dan yang terakhir sambutan oleh Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta yang diwakilkan oleh Wakil Rektor 1, Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Dr. Zainul Abas, S.Ag., M.Ag. Setelah itu, prosesi pelepasan ditutup dengan doa dari Fathurrahman Husein,M.Si dan foto bersama masing-masing wisudawan/i setiap prodi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Lulusan UIN Susah Kerja: Antara Realita Skill dan Ekspektasi Tinggi

      Akhir-akhir ini, sering banget muncul anggapan kalau lulusan UIN itu susah cari kerja.Bahkan ada yang bilang skill-nya di bawah rata-rata,tapi giliran soal gaji, mintanya nggak kira-kira.    Kalau dilihat dari situ, memang ada beberapa hal yang jadi catatan.Selama kuliah,banyak mahasiswa yang lebih fokus ke teori,tapi skill praktiknya kurang diasah. Jadi pas lulus,mereka kaget karena dunia kerja butuh kemampuan yang langsung bisa dipakai,bukan cuma ngerti materi. Ditambah lagi ada yang bilang kurikulumnya masih nanggung, nggak benar-benar fokus di satu bidang.    Selain itu,pengalaman juga jadi faktor penting. Nggak sedikit yang lulus tanpa pernah magang atau punya portofolio yang jelas. Padahal sekarang, perusahaan lebih lihat apa yang bisa kita lakukan, bukan cuma nilai atau gelar. Jadi wajar kalau akhirnya banyak yang kalah saing.    Soal gaji juga sering jadi bahan omongan. Ada lulusan yang pengennya langsung dapat gaji tinggi, pada...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...