Langsung ke konten utama

PENAYANGAN IKLAN LAYANAN MASYARAKAT KARYA CALON ANGGOTA PERMATA TV 2024


KARANGANYAR (09/12/2023)-Calon anggota permata TV meramaikan SFA steak colomadu 
untuk melihat bersama hasil karya dari penugasan yaitu Iklan Layanan Masyarakat (ILM).  Penugasan ILM merupakan salah satu tahapan wajib bagi calon anggota permata TV. Pada acara  ini selain penayangan calon anggota juga diminta untuk menjelaskan tujuan dan maksud dibuatnya 
ILM tersebut.

Pada pertemuan sebelumnya, calon anggota Permata TV sudah dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberi penugasan untuk membuat Iklan Layanan Masyarakat (ILM) dengan tema “Bijak  bermedia”. Kurang lebih 2 pekan calon anggota Permata TV diberikan waktu untuk menyelesaikan tugas tersebut. Dalam penugasan setiap kelompok dibimbing oleh 2 orang mentor pendamping yang merupakan Crew Permata TV 2023.

Untuk menilai kekurangan dan kelebihan dari setiap iklan, panitia turut menghadirkan dewan juri yang merupakan demisioner Permata TV antara lain; Alvin Saputra yang sekarang berprofesi sebagai Produser konten framework, Arif Wiyono yang sekarang berprofesi sebagai creator digital, dan Asti Khusnul Chotimah yang sekarang berprofesi sebagai staff marketing property.

Acara berlangsung dengan penayangan lalu presentasi dari setiap kelompok dan diakhiri oleh komentar juri yang membangun. Selain penilaian dewan juri pun memberikan trik dan tips untuk editing, grafis, hingga penyusunan script dengan baik. Acara diakhiri dengan pemberian reward kepada kelompok yang mendapatkan nilai tertinggi disetiap kategori yang berbeda dan dilanjutkan dengan foto bersama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

PERANG CHIP, BABAK BARU AMERIKA VS CHINA

Sejak pengamatan Gordon Moore pada tahun 1965, menegaskan jumlah transistor pada mikroprosesor akan berlipat ganda setiap 2 tahun. Sementara harganya akan turun dan performa serta efisiensi daya akan semakin meningkat. Akan tetapi relevansi Hukum Moore saat ini dipertanyakan karena ukuran transistor terus mengecil, hampir mendekati ukuran sebuah atom membuat manufaktur semakin sulit. Sebagai contoh dilansir Nanoreview pada System on a Chip (SoC) Qualcomm Snapdragon 8 Gen 2 memiliki sekitar 16 miliyar transistor dengan fabrikasi 4 nm. Fabrikasi dibawah 10 nm merupakan yang paling canggih yang berhasil dibuat hingga saat ini. Pembuatan mikroprosesor dibawah 10 nm merupakan sebuah tantangan tersendiri untuk produsen mikroprosesor. Salah satunya adalah Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), perusahaan ini milik Pemerintah China yang bergerak di bidang pembuatan semikonduktor. SMIC kesulitan karena Amerika Serikat telah memblokir mesin litografi Extreme Ultraviolet ...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...