Langsung ke konten utama

Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Melaksanakan Akreditasi Guna Meningkatkan Mutu dan Kualitas Program Studi.



PERMATA TV, SUKOHARJO Dalam sebuah perguruan tinggi sangat diperlukan pengukuran standar mutu pendidikan untuk menjamin proses belajar mengajar agar sesuai dengan standarisasi yang diberikan pemerintah. Pengukuran standar mutu ini dinilai melalui akreditasi suatu lembaga oleh badan yang berwenang. Akreditasi perguruan tinggi dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). 

Pada Rabu (15/11/2023), Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Raden Mas Said Surakarta mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan Assessment Lapangan (AL) yang berkaitan dengan akreditasi untuk Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) oleh BAN PT secara daring (online) yang bertempat di Ruang Samber Nyawa Lt. 2 Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, UIN Raden Mas Said Surakarta. Pada kesempatan ini, Assessment Lapangan (AL) dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Jajaran Dekanat FUD, Kepala Biro Administrasi Umum Perencanaan Keuangan dan Kepegawaian (AUPK) , Tenaga Pendidikan FUD, dan perwakilan mahasiswa KPI.

Pada sambutan yang diberikan oleh Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Toto Suharto, S.Ag., M.Ag. menjelaskan saat ini UIN Raden Mas Said Surakarta telah berganti status dari IAIN menjadi UIN pada 2021 dengan memperoleh Sertifikat ISO 9001 : 2015 pada 2019. Rektor juga menyampaikan bahwa ada 7 Prodi Terakreditasi Unggul dan 8 Prodi Terakreditasi A. Rektor juga menambahkan jika saat ini UIN Raden Mas Said Surakarta memiliki 17 Guru Besar diberbagai fakultas dan 54 Dosen Lektor Kepala. 

Kegiatan Assessment Lapangan (AL) ini dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional - Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan dua orang asesor yaitu, Dr. Umdatul Khasanah, M. Ag., dan Prof. Dr. Zainal Mukarom, MA. Tujuan dari adanya Assessment Lapangan ini, adalah sebagai bentuk evaluasi proses penyelenggaraan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam yang telah disediakan dilingkup UIN Raden Mas Said Surakarta. 

Dengan adanya akreditasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam oleh BAN-PT, diharapkan mampu meningkatkan mutu lulusan dari prodi tersebut. Sehingga, alumni dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam akan semakin kompetitif di tengah persaingan dunia kerja kedepannya. Berkaitan dengan kegiatan Assessment Lapangan (AL) di Prodi KPI ini, Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta sangat berharap memiliki hasil yang memuaskan dengan  memperoleh predikat Akreditasi Unggul dari BAN-PT, mengingat bahwa seluruh pihak yang terlibat telah bekerja sebak mungkin untuk kegiatan AL ini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Lulusan UIN Susah Kerja: Antara Realita Skill dan Ekspektasi Tinggi

      Akhir-akhir ini, sering banget muncul anggapan kalau lulusan UIN itu susah cari kerja.Bahkan ada yang bilang skill-nya di bawah rata-rata,tapi giliran soal gaji, mintanya nggak kira-kira.    Kalau dilihat dari situ, memang ada beberapa hal yang jadi catatan.Selama kuliah,banyak mahasiswa yang lebih fokus ke teori,tapi skill praktiknya kurang diasah. Jadi pas lulus,mereka kaget karena dunia kerja butuh kemampuan yang langsung bisa dipakai,bukan cuma ngerti materi. Ditambah lagi ada yang bilang kurikulumnya masih nanggung, nggak benar-benar fokus di satu bidang.    Selain itu,pengalaman juga jadi faktor penting. Nggak sedikit yang lulus tanpa pernah magang atau punya portofolio yang jelas. Padahal sekarang, perusahaan lebih lihat apa yang bisa kita lakukan, bukan cuma nilai atau gelar. Jadi wajar kalau akhirnya banyak yang kalah saing.    Soal gaji juga sering jadi bahan omongan. Ada lulusan yang pengennya langsung dapat gaji tinggi, pada...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...