Langsung ke konten utama

Pelaksanaan Akreditasi Hari Ke-2 Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam



PERMATA TV, SUKOHARJO- Penilaian hari kedua Assessment Lapangan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam dilaksanakan pada Kamis (16/11/23) di Aula Sambernyowo Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) Lantai 2 UIN Raden Mas Said Surakarta. Penilaian ini berfokus pada konfirmasi data tenaga pendidik oleh fakultas mengenai ketertiban, pelayanan dan kepuasaan tenaga pendidik. Data pelayanan meliputi layanan pengaduan, fasilitas yang tersedia di fakultas, dan operasional sistem siakad. 

Tim asesor yang dihadiri oleh Drs. Umdatul Khasanah, M.Ag. dan Prof. Dr. Zainal Mukarom, M.A. memulai penilaian dengan Kepala Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Joni Rusdiana, M.I.Kom. Kaprodi KPI itu menuturkan bahwa strategi utama yang diterapkan adalah dengan membentuk tim akreditasi yang berfokus pada peningkatan kualitas prodi kpi selama enam bulan, dimulai sejak (22/09/23). Tenaga pendidik yang diwakili oleh Sistem Informasi Akademik (siakad) Irfan Hanafi, menyampaikan keterangan seputar kontribusi yang dibutuhkan berupa penyajian data  sehingga dalam proses penilaian akreditasi mampu memperoleh hasil yang terbaik. 

Dalam konfirmasi kinerja yang dihadiri oleh perwakilan mahasiswa diantaranya Permata TV, Radeka FM, Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HMPS KPI), serta mahasiswa berprestasi dan mahasiswa luar daerah. Menurut Ketua HMPS KPI Galuh Surya Pamungkas memberi tanggapan mengenai mahasiswa atau alumni yang diberikan kesempatan dalam kontribusi asessment. Dalam keterangannya Galuh menilai sangat baik mempunyai asessment yang benar-benar matang antara alumni, dosen, dan mahasiswa yang masih berkuliah sehingga menciptakan koordinasi yang baik satu sama lain. 

Hasil dari akreditasi yang berlangsung selama dua hari ini akan diumumkan dalam waktu selambat-lambatnya empat belas hari. Hal ini dikarenakan segala aspek penilaian dan peninjuan langsung masih harus dikaji oleh petinggi tim asesor sebagai data yang valid. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

PERANG CHIP, BABAK BARU AMERIKA VS CHINA

Sejak pengamatan Gordon Moore pada tahun 1965, menegaskan jumlah transistor pada mikroprosesor akan berlipat ganda setiap 2 tahun. Sementara harganya akan turun dan performa serta efisiensi daya akan semakin meningkat. Akan tetapi relevansi Hukum Moore saat ini dipertanyakan karena ukuran transistor terus mengecil, hampir mendekati ukuran sebuah atom membuat manufaktur semakin sulit. Sebagai contoh dilansir Nanoreview pada System on a Chip (SoC) Qualcomm Snapdragon 8 Gen 2 memiliki sekitar 16 miliyar transistor dengan fabrikasi 4 nm. Fabrikasi dibawah 10 nm merupakan yang paling canggih yang berhasil dibuat hingga saat ini. Pembuatan mikroprosesor dibawah 10 nm merupakan sebuah tantangan tersendiri untuk produsen mikroprosesor. Salah satunya adalah Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), perusahaan ini milik Pemerintah China yang bergerak di bidang pembuatan semikonduktor. SMIC kesulitan karena Amerika Serikat telah memblokir mesin litografi Extreme Ultraviolet ...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...