Langsung ke konten utama

ACARA TAHUNAN SEMINAR NASIONAL QUR’AN UKMI NURUL ‘ILMI

Permata TV, Sukoharjo 22/11/2023 – Seminar Nasional Qur’an yang diadakan di Gedung aula SBSN lt.1 dengan mengusung tema “Art Of Loving Qur’an For Generation Of Change” yang memiliki arti untuk mencintai al-qur’an kita perlu menerapkan seni disitu karena untuk mempelajari dengan keindahan dan begitu pula dalam pengamalannya. Acara tersebut memberikan pesan “mencintai al-qur’an dan jangan sampai lupa jika kita hidup untuk al-qur’an” pesan tersebut agar memotivasi teman-teman mahasiswa untuk selalu bersama al-qur’an dengan membangun konsistensi untuk selalu bersama al-qur’an.

Acara ini merupakan acara tahunan yang diadakan oleh UKMI NURUL ‘ILMI UIN Raden Mas Said Surakarta. Mendatangkan para ahli al-qur’an yang hebat-hebat sebagai pemateri seperti Ust. Rizal Wahid yang merupakan founder barbeqy @belajar.quran, Qori’ Ammar TV dan juga merupakan penulis buku “Maaf Aku Pernah Pacaran”, tidak hanya Ust. Rizal Wahid namun juga menghadirkan Ustadz yang merupakan salah satu dosen di UIN Raden Mas Said Surakarta yaitu Ust. Hamdan Maghribi yang merupakan alumni Universitas Islambad Pakistan dan juga penulis buku “Bukan Untuk Yang Pacaran”. Acara tersebut dipandu oleh Ust. Tio Imam Hakim yang merupakan mahasiswa S2 PAI UIN Raden Mas Said Surakarta. – Seminar Nasional Qur’an yang diadakan di Gedung aula SBSN lt.1 dengan mengusung tema “Art Of Loving Qur’an For Generation Of Change” yang memiliki arti untuk mencintai al-qur’an kita perlu menerapkan seni disitu karena untuk mempelajari dengan keindahan dan begitu pula dalam pengamalannya. Acara tersebut memberikan pesan “mencintai al-qur’an dan jangan sampai lupa jika kita hidup untuk al-qur’an” pesan tersebut agar memotivasi teman-teman mahasiswa untuk selalu bersama al-qur’an dengan membangun konsistensi untuk selalu bersama al-qur’an.

Acara ini merupakan acara tahunan yang diadakan oleh UKMI NURUL ‘ILMI UIN Raden Mas Said Surakarta. Mendatangkan para ahli al-qur’an yang hebat-hebat sebagai pemateri seperti Ust. Rizal Wahid yang merupakan founder barbeqy @belajar.quran, Qori’ Ammar TV dan juga merupakan penulis buku “Maaf Aku Pernah Pacaran”, tidak hanya Ust. Rizal Wahid namun juga menghadirkan Ustadz yang merupakan salah satu dosen di UIN Raden Mas Said Surakarta yaitu Ust. Hamdan Maghribi yang merupakan alumni Universitas Islambad Pakistan dan juga penulis buku “Bukan Untuk Yang Pacaran”. Acara tersebut dipandu oleh Ust. Tio Imam Hakim yang merupakan mahasiswa S2 PAI UIN Raden Mas Said Surakarta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Lulusan UIN Susah Kerja: Antara Realita Skill dan Ekspektasi Tinggi

      Akhir-akhir ini, sering banget muncul anggapan kalau lulusan UIN itu susah cari kerja.Bahkan ada yang bilang skill-nya di bawah rata-rata,tapi giliran soal gaji, mintanya nggak kira-kira.    Kalau dilihat dari situ, memang ada beberapa hal yang jadi catatan.Selama kuliah,banyak mahasiswa yang lebih fokus ke teori,tapi skill praktiknya kurang diasah. Jadi pas lulus,mereka kaget karena dunia kerja butuh kemampuan yang langsung bisa dipakai,bukan cuma ngerti materi. Ditambah lagi ada yang bilang kurikulumnya masih nanggung, nggak benar-benar fokus di satu bidang.    Selain itu,pengalaman juga jadi faktor penting. Nggak sedikit yang lulus tanpa pernah magang atau punya portofolio yang jelas. Padahal sekarang, perusahaan lebih lihat apa yang bisa kita lakukan, bukan cuma nilai atau gelar. Jadi wajar kalau akhirnya banyak yang kalah saing.    Soal gaji juga sering jadi bahan omongan. Ada lulusan yang pengennya langsung dapat gaji tinggi, pada...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...