Langsung ke konten utama

SERAH TERIMA JABATAN REKTOR UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN MAS SAID SURAKARTA 2023



Sukoharjo (27/10/2023) - UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan Serah Terima Jabatan Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta periode 2021-2023. Prof. Dr. H. Mudofir, S. Ag., M.Pd., kepada Rektor baru periode 2023-2027, Prof. Dr. Toto Suharto, S.Ag., M. Ag. 


Serangkaian acara diisi oleh sambutan Kepala Biro Administrasi Umum UIN Raden Mas Said Surakarta, Drs. H. Muhammad Lutfi Hamid, M.Ag. Pidato yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Mudofir, S. Ag., M. Pd., berisi tentang permohonan maaf atas segala kekurangannya selama beliau menjabat sebagai Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta. Beliau juga mengharapkan supaya Prof. Dr. Toto Suharto, S.Ag., M. Ag., sebagai Rektor baru untuk membawa UIN Raden Mas Said Surakarta semakin maju melalui segala kinerja yang diwujudkan. 


Acara dilanjut dengan Penyerahan Memori Jabatan. Prof. Dr. Toto Suharto, S. Ag., M. Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada Prof. Dr. H. Mudofir, S. Ag., M. Pd., atas dedikasinya yang sudah meraih kemajuan yang luar biasa. Semasa beliau menjabat telah mentransformasikan IAIN Surakarta menjadi UIN Raden Mas Said Surakarta di tahun 2021. 


Pemberian Cendera Mata kepada Prof. Dr. H. Mudofir, S. Ag., M.Pd., dari Kepala Biro Administrasi Umum serta perwakilan Rektorat dan tiap Fakultas UIN Raden Mas Said Surakarta. Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat dan ramah tamah.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Lulusan UIN Susah Kerja: Antara Realita Skill dan Ekspektasi Tinggi

      Akhir-akhir ini, sering banget muncul anggapan kalau lulusan UIN itu susah cari kerja.Bahkan ada yang bilang skill-nya di bawah rata-rata,tapi giliran soal gaji, mintanya nggak kira-kira.    Kalau dilihat dari situ, memang ada beberapa hal yang jadi catatan.Selama kuliah,banyak mahasiswa yang lebih fokus ke teori,tapi skill praktiknya kurang diasah. Jadi pas lulus,mereka kaget karena dunia kerja butuh kemampuan yang langsung bisa dipakai,bukan cuma ngerti materi. Ditambah lagi ada yang bilang kurikulumnya masih nanggung, nggak benar-benar fokus di satu bidang.    Selain itu,pengalaman juga jadi faktor penting. Nggak sedikit yang lulus tanpa pernah magang atau punya portofolio yang jelas. Padahal sekarang, perusahaan lebih lihat apa yang bisa kita lakukan, bukan cuma nilai atau gelar. Jadi wajar kalau akhirnya banyak yang kalah saing.    Soal gaji juga sering jadi bahan omongan. Ada lulusan yang pengennya langsung dapat gaji tinggi, pada...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...