Langsung ke konten utama

KPI'S DAY KE 8 | Tantangan dan Peluang Generasi Muda di Era Digital




SUKOHARJO -  Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) menggelar KPI's day ke-8 untuk memperingati acara ulang taun progam KPI ke 24 tahun. HMPS KPI memulai dengan serangkaian acara pada bulan Mei hingga Oktober. Pada Selasa, (17/10/23) Talkshow yang dilaksanakan di Aula SBSN UIN Raden Mas Said Surakarta pukul 08.00 WIB menjadi penutup dalam rangkaian acara program hmps KPI. Koordinator Program KPI Joni Rusdiana. S.Sos,. M.Si membuka acara talkshow dengan kalimat sambutannya dan ucapan basmalah bersama. 

Rektor Universitas Surakarta Astrid Widayani, S. E., S. S., M. B. A menjadi pemateri dalam Talkshow dengan tema Tantangan dan Peluang Generasi Muda di Era Digital. Materi yang disampaikan Bu Astrid mengani 3 komponen atau langkah menuju kesuksesan, yaitu : Kerja Keras, Peluang, Konsistensi. Harus ada kemauan dan progres yang di jalankan untuk menjadi awal dari perubahan seseorang.

Di era pandemi, setidaknya ada dampak yang menyebabkan perubahan industri diantaranya perubahan sistem, persaingan antar perusahaan industri yang lebih ketat, dan meluasnya konsumen. Adapun komponen dalam persaingan industri memiliki  komponen yang dikenal dengan 4C ( Costumer, Change, Company, Competitor ). Fokus dari materi adalah Ikutilah dan update tentang lingkungan kalian. Dalam kesimpulannya, Bu Astrid menegaskan bahwa perubahan begitu cepat, tidak mengenal waktu dan harus berproses bersama dalam arus perubahan tersebut. Keseluruhan acara talkshow berjalan lancar dan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai penutup. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

PERANG CHIP, BABAK BARU AMERIKA VS CHINA

Sejak pengamatan Gordon Moore pada tahun 1965, menegaskan jumlah transistor pada mikroprosesor akan berlipat ganda setiap 2 tahun. Sementara harganya akan turun dan performa serta efisiensi daya akan semakin meningkat. Akan tetapi relevansi Hukum Moore saat ini dipertanyakan karena ukuran transistor terus mengecil, hampir mendekati ukuran sebuah atom membuat manufaktur semakin sulit. Sebagai contoh dilansir Nanoreview pada System on a Chip (SoC) Qualcomm Snapdragon 8 Gen 2 memiliki sekitar 16 miliyar transistor dengan fabrikasi 4 nm. Fabrikasi dibawah 10 nm merupakan yang paling canggih yang berhasil dibuat hingga saat ini. Pembuatan mikroprosesor dibawah 10 nm merupakan sebuah tantangan tersendiri untuk produsen mikroprosesor. Salah satunya adalah Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), perusahaan ini milik Pemerintah China yang bergerak di bidang pembuatan semikonduktor. SMIC kesulitan karena Amerika Serikat telah memblokir mesin litografi Extreme Ultraviolet ...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...