Langsung ke konten utama

COMMDUDE MEET UP 2023




SURAKARTA - Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) menggelar Commdude Meet Up untuk menyambut mahasiswa baru prodi Ilmu Komunikasi tahun 2023. Tema yang dipilih yaitu "Reach Your Limit with Thousand Hopes" dan tagline Go Beyond The Limits, dengan jargon Viva Komunika. 


Acara tersebut dilaksanakan pada Sabtu, (14/10/23) pukul 16.00-21.00 WIB bertempat di Ball Room Hotel Red Chilies Solo, Manahan, Surakarta. Opening yang ditampilkan berupa video karya Himakom. Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Dr. Herning Surya., M. Si., secara resmi membuka acara dengan kalimat sambutannya. Tidak lupa Kepala Prodi Ilmu Komunikasi, Drs. Buddy Riyanto., M. Si. memberikan sambutan hangat untuk mahasiswa baru menjadi bagian keluarga besar Ilmu Komunikasi Unisri. 


Acara inti dimulai pukul 19.00 WIB diawali dengan demonstrasi dari setiap divisi Himakom Unisri. Pembicara pertama yaitu wakil dari Lensvikom dan Jurnalistik, disusul oleh radio dan shine movie. Disela demonstrasi, divisi shine movie menampilkan film pendek karya mereka dengan judul "Gayatri". Demonstrasi itu berisi penjelasan materi beserta program kerja mengenai divisi masing-masing. Tujuannya untuk mengenalkan mahasiswa baru tentang fokus dan minat dalam prodi Ilmu Komunikasi.


Acara berjalan dengan lancar menampilkan kesan meriah melalui dreescode yang diusung yaitu street wear. Terdapat fashion show dari setiap kelas untuk dipilih menjadi outfit inspiration. Acara ini ditutup dengan sesi foto bersama oleh seluruh panita Himakom dan mahasiswa baru ilmu komunikasi Unisri tahun 2023.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Lulusan UIN Susah Kerja: Antara Realita Skill dan Ekspektasi Tinggi

      Akhir-akhir ini, sering banget muncul anggapan kalau lulusan UIN itu susah cari kerja.Bahkan ada yang bilang skill-nya di bawah rata-rata,tapi giliran soal gaji, mintanya nggak kira-kira.    Kalau dilihat dari situ, memang ada beberapa hal yang jadi catatan.Selama kuliah,banyak mahasiswa yang lebih fokus ke teori,tapi skill praktiknya kurang diasah. Jadi pas lulus,mereka kaget karena dunia kerja butuh kemampuan yang langsung bisa dipakai,bukan cuma ngerti materi. Ditambah lagi ada yang bilang kurikulumnya masih nanggung, nggak benar-benar fokus di satu bidang.    Selain itu,pengalaman juga jadi faktor penting. Nggak sedikit yang lulus tanpa pernah magang atau punya portofolio yang jelas. Padahal sekarang, perusahaan lebih lihat apa yang bisa kita lakukan, bukan cuma nilai atau gelar. Jadi wajar kalau akhirnya banyak yang kalah saing.    Soal gaji juga sering jadi bahan omongan. Ada lulusan yang pengennya langsung dapat gaji tinggi, pada...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...