Langsung ke konten utama

Kemeriahan Solo Keroncong Festival 2023 Hari Pertama




Sabtu, 22 Juli 2023 - Perhelatan Solo Keroncong Festival 2023 hari pertama berlangsung ramai dan meriah. Bestie Keroncong offline sejumlah 12.904 memadati area Pamedan Pura Mangkunegaran sejak pukul 16.00 WIB. Acara dibuka dengan dance kontemporer dari SMA Warga Surakarta dilanjutkan dengan pembacaan pantun oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia diwakili Sekretaris Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Ibu Ni Komang Ayu Astiti. Dilanjutkan dengan pembukaan secara simbolis dengan membunyikan alat musik ukulele oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta Bapak Aryo Widyandoko, Gubernur Deputi Senior Bank Indonesia Ibu Destry Damayanti, Perwakilan KGPAA Mangkunegara X GRAj.  Ancillasura Marina Sudjiwo, Kepala Bidang Promosi Pariwisata Disporapar Prov Jawa Tengah, Ketua HAMKRI Pusat Jakarta Bapak Mayjend TNI Purn. Sunindyo. Pembukaan juga disambung dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. 

 

Kemegahan SKF 2023 hari pertama bertaburan musisi keroncong kenamaan nasional seperti Orkes Keroncong Alunan Semut Ireng, Yan Vellia, Endah Laras, Woro Mustiko, Orkes Keroncong D'Sore' Se'eng HAMKRI Surakarta kolaborasi dengan penyanyi asal USA Hannah Marie Standiford, Orkes Keroncong Duta Jakarta, dan Paksi Band. Selain itu, terdapat penampilan dari musisi keroncong luar negeri yaitu Orkes Keroncong Maktab Sabah-Malaysia.


SKF 2023 yang dihelat di Pamedan Mangkunegaran telah menyuguhkan beragama inovasi dan kreasi. Sebelum acara dibuka dengan aktivity konvoi motor customs dari Loji Gandrung sampai Pamedan Mangkunegaran. Hari pertama juga diisi activity live mural, skateboard, dan BMX. Penyelenggaraan SKF 2023 tidak hanya berlangsung di Pamedan Mangkunegaran. Supporting stage di Koridor Gatot Subroto diisi dengan penampilan Orkes Keroncong Sawunggaling dan Supporting stage Jagad Keroncong Nusantara di panggung Gesang Kulonuwun Kopi dan Performance Orkes Keroncong Gumegrah di supporting stage Pamedan Mangkunegaran.


Gemerlap SKF 2023 yang berlangsung pecah direspon positif oleh maestro keroncong sekaligus performer SKF hari ini. "Hari ini opening-nya bagus, musik keroncong variatif, penampilan dari delegasi mancanegara dan lokal keren. Harapan saya di hari kedua besok tambah ramai, lancar, dan meriah" ucap Bu Waldjinah.


Kemegahan SKF 2023 hari pertama bertaburan musisi keroncong kenamaan nasional seperti Orkes Keroncong Alunan Semut Ireng, Yan Vellia, Endah Laras, Woro Mustiko, Orkes Keroncong D'Sore' Se'eng HAMKRI Surakarta kolaborasi dengan penyanyi asal USA Hannah Marie Standiford, Orkes Keroncong Duta Jakarta, dan Paksi Band. Selain itu, terdapat penampilan dari musisi keroncong luar negeri yaitu Orkes Keroncong Maktab Sabah-Malaysia.


SKF 2023 yang dihelat di Pamedan Mangkunegaran telah menyuguhkan beragama inovasi dan kreasi. Sebelum acara dibuka dengan aktivity konvoi motor customs dari Loji Gandrung sampai Pamedan Mangkunegaran. Hari pertama juga diisi activity live mural, skateboard, dan BMX. Penyelenggaraan SKF 2023 tidak hanya berlangsung di Pamedan Mangkunegaran. Supporting stage di Koridor Gatot Subroto diisi dengan penampilan Orkes Keroncong Sawunggaling dan Supporting stage Jagad Keroncong Nusantara di panggung Gesang Kulonuwun Kopi dan Performance Orkes Keroncong Gumegrah di supporting stage Pamedan Mangkunegaran.


Gemerlap SKF 2023 yang berlangsung pecah direspon positif oleh maestro keroncong sekaligus performer SKF hari ini. "Hari ini opening-nya bagus, musik keroncong variatif, penampilan dari delegasi mancanegara dan lokal keren. Harapan saya di hari kedua besok tambah ramai, lancar, dan meriah" ucap Bu Waldjinah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Lulusan UIN Susah Kerja: Antara Realita Skill dan Ekspektasi Tinggi

      Akhir-akhir ini, sering banget muncul anggapan kalau lulusan UIN itu susah cari kerja.Bahkan ada yang bilang skill-nya di bawah rata-rata,tapi giliran soal gaji, mintanya nggak kira-kira.    Kalau dilihat dari situ, memang ada beberapa hal yang jadi catatan.Selama kuliah,banyak mahasiswa yang lebih fokus ke teori,tapi skill praktiknya kurang diasah. Jadi pas lulus,mereka kaget karena dunia kerja butuh kemampuan yang langsung bisa dipakai,bukan cuma ngerti materi. Ditambah lagi ada yang bilang kurikulumnya masih nanggung, nggak benar-benar fokus di satu bidang.    Selain itu,pengalaman juga jadi faktor penting. Nggak sedikit yang lulus tanpa pernah magang atau punya portofolio yang jelas. Padahal sekarang, perusahaan lebih lihat apa yang bisa kita lakukan, bukan cuma nilai atau gelar. Jadi wajar kalau akhirnya banyak yang kalah saing.    Soal gaji juga sering jadi bahan omongan. Ada lulusan yang pengennya langsung dapat gaji tinggi, pada...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...