Langsung ke konten utama

SEMARAK MUHARRAM PONDOK QUR'AN ALIMA

 



Sabtu, 22/07/23 Pondok Qur'an Alima menyelenggarakan rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Tahunan Baru Islam 1445 H selama dua hari. Acara yang dimulai dengan Pembukaan oleh Pemimpin Pondok Ustadz Abdul Hamid, S. Pd Al hafidz dan dilanjutkan berbagai lomba seperti : lomba tahfidz, lomba adzan, dan lomba baca puisi, serta lomba mewarnai. Banyak peserta lomba berasal dari kalangan anak-anak hingga remaja, mereka sangat antusias. Pada pukul 13.00 seluruh peserta dan panitia berkumpul di depan panggung untuk menyaksikan pertunjukkan Dalang Muda Inspiratif Arya, ya, walaupun beberapa peserta tidak paham karena bahasa jawa krama alus, tetapi Arya dengan sopan menerjemahkan perkataannya untuk memperjelas. Acara dilanjutkan dengan Magic Show yang menarik perhatian peserta khususnya anak-anak. Kemudian pada pukul 15.00 WIB acara selesai. 


Hari kedua, Minggu, 23/07/23 acara dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan rangkaian acara Tabligh Akbar "Berkah Menjalin Ukhuwah". Sebelum masuk acara inti, terdapat prosesi peresmian Joglo Dakwah Alima oleh perwakilan Bupati Karanganyar dengan Pemimpin Pondok Qur'an Alima. Peresmian itu ditandai dengan penandatanganan surat serta sesi foto bersama. Tabligh Akbar yang dibawakan oleh Ustadz Wahono Nur Hadi mampu membuat suasana lebih hidup. Pembawaan materi yang khas dengan tingkah lucunya mampu menghinoptis semua hadirin untuk ikut tertawa bersama. Setelah itu, pada pukul 11.30 terdapat pasar bahagia, yaitu pembagian paket sayuran gratis untuk semua hadirin membuat nila tersendiri dalam penutupan kegiatan dua hari ini. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

PERANG CHIP, BABAK BARU AMERIKA VS CHINA

Sejak pengamatan Gordon Moore pada tahun 1965, menegaskan jumlah transistor pada mikroprosesor akan berlipat ganda setiap 2 tahun. Sementara harganya akan turun dan performa serta efisiensi daya akan semakin meningkat. Akan tetapi relevansi Hukum Moore saat ini dipertanyakan karena ukuran transistor terus mengecil, hampir mendekati ukuran sebuah atom membuat manufaktur semakin sulit. Sebagai contoh dilansir Nanoreview pada System on a Chip (SoC) Qualcomm Snapdragon 8 Gen 2 memiliki sekitar 16 miliyar transistor dengan fabrikasi 4 nm. Fabrikasi dibawah 10 nm merupakan yang paling canggih yang berhasil dibuat hingga saat ini. Pembuatan mikroprosesor dibawah 10 nm merupakan sebuah tantangan tersendiri untuk produsen mikroprosesor. Salah satunya adalah Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), perusahaan ini milik Pemerintah China yang bergerak di bidang pembuatan semikonduktor. SMIC kesulitan karena Amerika Serikat telah memblokir mesin litografi Extreme Ultraviolet ...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...