Langsung ke konten utama

PRESS CONFERENCE SOLO KERONCONG FESTIVAL 2023

 


Solo, 20 Juli 2023 -Solo Keroncong Festival merupakan event tahunan yang konsisten diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surakarta sejak kepemimpinan Bp. Ir. Joko Widodo di Tahun 2009 lalu sebagai upaya pelestarian, pengembangan dan reaktualisasi nilai kearifan lokal dan telah menjelma menjadi barometer festival keroncong di Indonesia yang diikuti oleh delegasi dalam dan luar negeri. Mengutamakan ragam inovasi dan kreativitas konsep pertunjukan merupakan fokus Pemerintah Kota Surakarta dalam mencapai efek berlapis (multiflyer effect) yang timbul dalam upaya menggerakkan roda perekonomian masyarakat kota berbasis seni budaya sehingga mampu menarik kunjungan wisatawan serta meningkatkan PAD.


Solo Keroncong Festival berupaya memberi ruang meluasnya penikmat seni lintas genre melalui fenomena bercampurnya musik keroncong dengan genre musik lain untuk kemudian dikemas menjadi gelaran festival yang unik namun tetap berkarakter. Dengan mengambil tema “Keroncong Gravity” - Alon Alon Waton Keroncong, perhelatan Solo Keroncong Festival 22-23 Juli Tahun 2023 mendatang akan menangkap peluang meleburnya musik keroncong dengan genre musik rock, dipadu kolaborasi seni graffiti mural berbasis street art sebagai konsep eksplorasi artistik pertunjukan yang berjiwa muda dan membumi sehingga diharapkan musik keroncong dapat menjadi gravitasi magnet seni budaya Indonesia dalam peta peradaban dunia serta memberikan edukasi pada penikmat seni akan pentingnya registrasi pada pertunjukan yang berbasis free (gratis).  


Tagline “Alon Alon Waton Keroncong” mengartikan musik keroncong sejatinya dapat dinikmati dari masa ke masa sehingga bagi kaum awam alon-alon (pelan-pelan) mencintai musik keroncong itu sendiri. Selain itu, inovasi dan kreativitas dari SKF tahun 2023 memiliki kekuatan pada kreatifitas insan muda berbasis street art, sehingga dimasa mendatang keroncong dapat beradaptasi dengan budaya anak muda yang mengkini tentunya akan membuat para penikmat seni pada gelaran SKF 2023 juga merasakan sensasi berbeda yang unik namun tetap berbudaya. SKF tahun ini akan menyajikan aktivitas seni seperti Live Graffiti (Mural), Sharing moment with Maestro musik Keroncong di SMKN 8 Surakarta, dan tentunya music performance dari penampil kenamaan juga menyajikan Activity dari beberapa komunitas Motor Custom, BMX, dan Skateboard juga Dancer SMA Warga. Selain itu, masyarakat akan dimanjakan dengan beragama kuliner khas Kota Solo dalam sebuah pasar kuliner “Keplek Ilat”. 



Credited Title : Sruti Respati 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Lulusan UIN Susah Kerja: Antara Realita Skill dan Ekspektasi Tinggi

      Akhir-akhir ini, sering banget muncul anggapan kalau lulusan UIN itu susah cari kerja.Bahkan ada yang bilang skill-nya di bawah rata-rata,tapi giliran soal gaji, mintanya nggak kira-kira.    Kalau dilihat dari situ, memang ada beberapa hal yang jadi catatan.Selama kuliah,banyak mahasiswa yang lebih fokus ke teori,tapi skill praktiknya kurang diasah. Jadi pas lulus,mereka kaget karena dunia kerja butuh kemampuan yang langsung bisa dipakai,bukan cuma ngerti materi. Ditambah lagi ada yang bilang kurikulumnya masih nanggung, nggak benar-benar fokus di satu bidang.    Selain itu,pengalaman juga jadi faktor penting. Nggak sedikit yang lulus tanpa pernah magang atau punya portofolio yang jelas. Padahal sekarang, perusahaan lebih lihat apa yang bisa kita lakukan, bukan cuma nilai atau gelar. Jadi wajar kalau akhirnya banyak yang kalah saing.    Soal gaji juga sering jadi bahan omongan. Ada lulusan yang pengennya langsung dapat gaji tinggi, pada...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...