Langsung ke konten utama

Perayaan Hari Ulang Tahun Permata TV ke-8




Sabtu/27/04/23 - Hari Ulang Tahun Permata TV dilaksanakan secara suka cita di Laboratorium Permata TV pada tanggal 27 Mei 2023 pukul 10.00 WIB. Acara ini dihadiri Wakil Dekan 1 Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Raden Mas Said Surakarta, Dr. Hj. Kamila Adnani, M. Si. Dengan kemeja batik dan wajah yang berseri, beliau mengisi sambutan sekaligus simbolis potong tumpeng. Adapun dresscode untuk seluruh anggota yaitu putih dan biru, dimana filosofi warna putih adalah  kesucian, kebaikan dan kebersihan, sedangkan warna biru adalah kepercayaan, tanggung jawab, loyalitas dan keamanan. Dapat dilihat, bahwa Permata TV sejatinya ikatan keluarga. Tidak ada kebencian antar sesama anggota, karena mereka  pondasi pertama untuk menjadi keluarga bahagia. 


Dilanjut sesi ngobrol bersama dengan Dosen Pembina Permata TV, Rhesa Zuhriya Briyan Pratiwi, M.I.Kom. Beliau adalah ibu bagi anak Permata, pembimbing yang baik untuk menciptakan kehangatan antar putra-putrinya. Kemudian acara dilanjutkan dengan Talkshow bersama Badan Pengurus Harian (BPH) Permata TV. Bincang santai itu diawali dengan rasa penuh bahagia yang terlihat jelas di wajah Direktur Permata TV angakatan 2023, Ilham Romadhoni. Mereka mengobrol bersama mengenai proses dan progress Permata TV di tahun mereka. Tidak hanya cara untuk memajukan kearah yang baik, tetap juga tentang mempertahankan organisasi yang dirasa rumah untuk anggotanya. Acara ditutup dengan sesi foto bersama. 


Permata TV adalah jalan untuk terus belajar khususnya dalam dunia Broadcasing. Berdiri sejak tahun 2015, semua anggota bekerjasama untuk saling merangkul satu sama lain dan terbang tinggi menuju arah yang lebih baik. Banyak harapan dan doa untuk Permata TV, teruslah berlayar tanpa peduli siapa nahkodanya. Karena semua mempunyai tujuan yang searah, bersama Permata TV adalah keyakinan kuat untuk langkah pertama keberhasilan. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

PERANG CHIP, BABAK BARU AMERIKA VS CHINA

Sejak pengamatan Gordon Moore pada tahun 1965, menegaskan jumlah transistor pada mikroprosesor akan berlipat ganda setiap 2 tahun. Sementara harganya akan turun dan performa serta efisiensi daya akan semakin meningkat. Akan tetapi relevansi Hukum Moore saat ini dipertanyakan karena ukuran transistor terus mengecil, hampir mendekati ukuran sebuah atom membuat manufaktur semakin sulit. Sebagai contoh dilansir Nanoreview pada System on a Chip (SoC) Qualcomm Snapdragon 8 Gen 2 memiliki sekitar 16 miliyar transistor dengan fabrikasi 4 nm. Fabrikasi dibawah 10 nm merupakan yang paling canggih yang berhasil dibuat hingga saat ini. Pembuatan mikroprosesor dibawah 10 nm merupakan sebuah tantangan tersendiri untuk produsen mikroprosesor. Salah satunya adalah Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), perusahaan ini milik Pemerintah China yang bergerak di bidang pembuatan semikonduktor. SMIC kesulitan karena Amerika Serikat telah memblokir mesin litografi Extreme Ultraviolet ...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...