Langsung ke konten utama

Permata televisi mengadakan raker dan makrab tahun 2023 di Tawangmangu

        



Tawangmangu, 18/3/2023- Permata TV melaksanakan kegiatan Rapat Kerja (Raker) dan Malam Keakraban (Makrab) pada hari Sabtu-Minggu, 18-19 Maret 2023 bertempat di Villa wisma Suwandi Tawangmangu, Jawa tengah. Acara dibuka dengan pembukaan oleh MC, tilawah, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan sambutan Muhammad Iqbal Saputra selaku ketua panitia, Ilham Romadhoni selaku Direktur Permata TV, dan Agus Sriyanto S.Sos., M.Si. selaku kepala laboratorium Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta. 

Kegiatan Rapat Kerja ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tugas dan pelayanan agar setiap pelaksanaan usulan kebutuhan masing–masing bidang terealisasi dengan tepat dan akurat. Rapat kerja dilaksanakan dengan pemaparan setiap divisi. Pemaparan yang di awali dari Badan Pengurus Harian (BPH), Program, Human resource and Development (HRD), Public Relation (PR), Riset and Development (RND), Talent and Reporting Departemen (TRD), Teknik, News, dan Editor. 

Malam keakraban (Makrab) dilaksanakan setelah selesainya rangkaian kegiatan Rapat Kerja. Malam keakraban bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota Permata TV yang berbeda angkatan. Kegiatan ini diisi dengan tukar kado dan dilanjutkan dengan barbequan. Seluruh anggota permata tv melakukan kegiatan ini dengan antusias yang tinggi. Setelah mengadakan malam keakraban para anggota permata tv di pagi hari melanjutkan kegiatan outbound serta di akhiri dengan sesi foto divisi, semoga dengan adanya raker dan makrab para anggota Permata tv lebih semangat lagi dalam mengerjakan jobdesk masing - masing divisi serta bisa mengenali anggota satu sama lain

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Lulusan UIN Susah Kerja: Antara Realita Skill dan Ekspektasi Tinggi

      Akhir-akhir ini, sering banget muncul anggapan kalau lulusan UIN itu susah cari kerja.Bahkan ada yang bilang skill-nya di bawah rata-rata,tapi giliran soal gaji, mintanya nggak kira-kira.    Kalau dilihat dari situ, memang ada beberapa hal yang jadi catatan.Selama kuliah,banyak mahasiswa yang lebih fokus ke teori,tapi skill praktiknya kurang diasah. Jadi pas lulus,mereka kaget karena dunia kerja butuh kemampuan yang langsung bisa dipakai,bukan cuma ngerti materi. Ditambah lagi ada yang bilang kurikulumnya masih nanggung, nggak benar-benar fokus di satu bidang.    Selain itu,pengalaman juga jadi faktor penting. Nggak sedikit yang lulus tanpa pernah magang atau punya portofolio yang jelas. Padahal sekarang, perusahaan lebih lihat apa yang bisa kita lakukan, bukan cuma nilai atau gelar. Jadi wajar kalau akhirnya banyak yang kalah saing.    Soal gaji juga sering jadi bahan omongan. Ada lulusan yang pengennya langsung dapat gaji tinggi, pada...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...