Langsung ke konten utama

Himakom Unisri Menggelar Seminar Nasional Online Bertemakan Komunikasi Politik Melalui Zoom Meeting

 



SURAKARTA (17/01/23) - Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Slamet Riyadi Surakarta menggelar kegiatan Comm Explore dalam bentuk Seminar Nasional. Seminar Nasional dilaksanakan pada tanggal 7 Januari 2023 dengan mengusung tema "Kepedulian Gen Z terhadap Pemahaman Politik dan Pesta Demokrasi di Indonesia". Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman pentingnya politik dan meningkatkan kepedulian Gen Z terhadap pemimpin mereka di masa depan.

Seminar Nasional 2023 diselenggarakan secara daring melalui platfrom Zoom Meeting. Acara dimulai pukul 10.00 WIB dan diawali sambutan dari Ketua Pelaksana yaitu Daffa Putra Yudiansyah, lalu sambutan dari Ketua HIMAKOM yaitu Risang Adi Linuwih. Kemudian sambutan dari Ketua Prodi Ilmu Komunikasi yaitu Ibu Dra. Nurnawati Hindra Hastuti, M.Si serta sambutan dari Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yaitu Bapak Buddy Riyanto, M.Si. Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan dari Wali Kota Surakarta Bapak Gibran Rakabuming Raka sebagai Keynote Speaker.

“Seminar Nasional ini merupakan program kerja dari Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unisri yang diselenggarakan dari tahun ke tahun. Pada tahun ini mengangkat tema komunikasi politik dengan harapan bahwa Gen Z dapat lebih peduli lagi dengan gejolak politik di Indonesia”, ujar Ketua HIMAKOM Risang Adi Linuwih. “Karena politik erat kaitannya dengan kebijakan maka jika Gen Z dapat berpartisipasi secara tidak langsung akan berpengaruh mengenai kebijakan apa yang akan diambil kedepannya”, imbuhnya.

Daffa Putra Yudiansyah selaku Ketua Pelaksana berharap dengan diadakannya acara Seminar Nasional ini memberikan motivasi dan semangat baru kepada Gen Z. "Harapan saya dari setiap rangkaian acara Seminar Nasional ini, dapat memberikan motivasi dan semangat baru untuk setiap Gen Z supaya lebih aktif dan kritis dalam menyikapi dunia politik di Indonesia", ujar Ketua Pelaksana Daffa Putra Yudiansyah.

Acara berikutnya penyampaian materi oleh narasumber yaitu Bapak Aria Bima (Wakil Ketua Komisi VI DPR RI), dan Ibu Dr. Herning Suryo Sardjono, M.Si (Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Slamet Riyadi Surakarta), serta tanggapan dari mahasiswa oleh Aditya Ervanda (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Slamet Riyadi Surakarta). Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab peserta dengan narasumber.

Rangkaian acara Seminar Nasional 2023 diakhiri dengan foto bersama. Diharapkan dengan adanya acara ini Gen Z dapat ‘melek’ dan bersikap kritis akan dinamika politik yang ada di Indonesia. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

Lulusan UIN Susah Kerja: Antara Realita Skill dan Ekspektasi Tinggi

      Akhir-akhir ini, sering banget muncul anggapan kalau lulusan UIN itu susah cari kerja.Bahkan ada yang bilang skill-nya di bawah rata-rata,tapi giliran soal gaji, mintanya nggak kira-kira.    Kalau dilihat dari situ, memang ada beberapa hal yang jadi catatan.Selama kuliah,banyak mahasiswa yang lebih fokus ke teori,tapi skill praktiknya kurang diasah. Jadi pas lulus,mereka kaget karena dunia kerja butuh kemampuan yang langsung bisa dipakai,bukan cuma ngerti materi. Ditambah lagi ada yang bilang kurikulumnya masih nanggung, nggak benar-benar fokus di satu bidang.    Selain itu,pengalaman juga jadi faktor penting. Nggak sedikit yang lulus tanpa pernah magang atau punya portofolio yang jelas. Padahal sekarang, perusahaan lebih lihat apa yang bisa kita lakukan, bukan cuma nilai atau gelar. Jadi wajar kalau akhirnya banyak yang kalah saing.    Soal gaji juga sering jadi bahan omongan. Ada lulusan yang pengennya langsung dapat gaji tinggi, pada...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...