Langsung ke konten utama

DEMA DAN SEMA IAIN SURAKARTA GELAR SINAU BARENG CAK NUN

Kemeriahan acara sinau bareng Cak Nun
KARTASURA – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta mengadakan sinau bareng Cak Nun pada Rabu (30/11). Acara yang digelar di lapangan IAIN Surakarta dengan tema “Peranan Agama Dalam Menjaga Budaya Lingkungan Hidup” ini bekerja sama dengan senat mahasiswa (SEMA) IAIN Surakarta. 
Acara yang diselenggarakan diharapkan bisa menjadi media tuntunan pembelajaran bagi masyarakat dan mahasiswa. “tidak hanya tontonan, kami berharap pengajian ini bisa menjadi tuntunan bagi masyarakat dan mahasiswa yang menikmati acara ini”, ucap Supriyadi sebagai ketua panitia.
Supriyadi meyakini dengan mengundang Emha Ainun Najib atau yang lebih akrab dipanggil Cak Nun dapat memberikan warna yang berbeda dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. “saya tidak main-main mengundang beliau, tokoh yang kita undang ini sudah skala nasional, sehingga saya yakin beliau bisa memberi warna yang berbeda dan bisa memenuhi kebutuhan masarakat dan mahasiswa dengan intelektualnya”, tambahnya.
Untuk keamanan acara ini, DEMA IAIN Surakarta juga bekerja sama dengan kepolisian Daerah Kartasura dan Sukoharjo, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Resimen Mahasiswa (Menwa) dan keamanan IAIN Surakarta. “Polisi menanggapi dengan baik acara ini bahkan Polsek Kartasura mengerahkan 25 personil untuk mengamankan acara ini”, tambah Supriyadi.
Acara ini merupakan acara puncak dari serangkaian acara yang digelar DEMA. Selain menggelar ngaji bareng Cak Nun dema juga mengadakan lomba-lomba. Lomba tersebut adalah lomba puisi, pidato, tilawah dan membaca kitab kuning. Adapun juri yang terlibat dalam acara lomba tersebut adalah dari dosen IAIN Surakarta sendiri. Lomba ini bertujuan untuk menggali potensi dari mahasiswa yang harus dikembangkan, dan menghasilkan calon-calon mahasiswa yang bisa membawa nama baik IAIN Surakarta. Supriyadi, selaku ketua panitia dari acara tersebut menanggapi, “untuk menonton acara ini tidak dikenakan biaya tiket masuk sama sekali, dikarenakan supaya semua kalangan bisa menikmati acara tersebut”, tutupnya. -NF


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

PERANG CHIP, BABAK BARU AMERIKA VS CHINA

Sejak pengamatan Gordon Moore pada tahun 1965, menegaskan jumlah transistor pada mikroprosesor akan berlipat ganda setiap 2 tahun. Sementara harganya akan turun dan performa serta efisiensi daya akan semakin meningkat. Akan tetapi relevansi Hukum Moore saat ini dipertanyakan karena ukuran transistor terus mengecil, hampir mendekati ukuran sebuah atom membuat manufaktur semakin sulit. Sebagai contoh dilansir Nanoreview pada System on a Chip (SoC) Qualcomm Snapdragon 8 Gen 2 memiliki sekitar 16 miliyar transistor dengan fabrikasi 4 nm. Fabrikasi dibawah 10 nm merupakan yang paling canggih yang berhasil dibuat hingga saat ini. Pembuatan mikroprosesor dibawah 10 nm merupakan sebuah tantangan tersendiri untuk produsen mikroprosesor. Salah satunya adalah Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), perusahaan ini milik Pemerintah China yang bergerak di bidang pembuatan semikonduktor. SMIC kesulitan karena Amerika Serikat telah memblokir mesin litografi Extreme Ultraviolet ...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...