Langsung ke konten utama

PERMATA NEWS - REUNI AKBAR IKATAN ALUMNI INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SURAKARTA (IKANASKA)

Sukoharjo – Ikatan Alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta (IKANASKA) mengelar acara reuni akbar dan rapat kerja (RAKER) periode 2016 – 2020. Pada Sabtu (20/08) di Gedung Graha dan Gedung Pasca Sarjana lantai 4 IAIN Surakarta.
 Dalam acara reuni akbar ini dihadiri dari para alumni tahun 1992 – 2013 serta dalam RAKER IKANASKA 2016 dihadiri oleh pengurus IKANASKA 2016 – 2020. Menurut SK No.324 tahun 2016 tentang pengurus IKANASKA periode 2016 – 2020 dan perwakilan setiap angkatan dan setiap jurusan.
Dalam acara reuni akbar ini sebagai ajang untuk mengingatkan kembali para alumni IAIN Surkarta akan tujuan awal akan terbentuknya IKANASKA yaitu dalam pengembangan karir alumni kedepanya dan ajang saling bertukar informasi. Seperti yang di ungkapkan dalam sambutannya di acara reuni akbar oleh Dr. Mudofir, M.Pd. selaku Rektor IAIN Surakarta dan alumni IAIN Surakarta yaitu “….. dengan adanya ini (acara reuni akbar)  untuk mengingatkatkan kembali akan tujuan kita” ujarnya.
Dalam RAKER kepengurusan membahas tentang planning kedepannya IKANASKA untuk periode tahun 2016 -2020. Serta dari setiap bidang keperngurusan ini memaparkan hasil diskusi dari setiap bidang dan merealisasikanya untuk kemajuan IKANASKA. Mulai dari bidang Job Fair hingga bidang seni dan budaya.
Disela – sela acara reuni akbar diisi dengan berapa hiburan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Sirat, UKM GAS 21, dan UKM JGH.dan diakhiri dengan foto bersama Alumni dari setiap angkatan. (Fristin intan)

Komentar

  1. I've heard good things about this institut esthederm product! Going on my wish ♥ list now.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran

  SURAKARTA   [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara. Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. "Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati. Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024. “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama...

PERANG CHIP, BABAK BARU AMERIKA VS CHINA

Sejak pengamatan Gordon Moore pada tahun 1965, menegaskan jumlah transistor pada mikroprosesor akan berlipat ganda setiap 2 tahun. Sementara harganya akan turun dan performa serta efisiensi daya akan semakin meningkat. Akan tetapi relevansi Hukum Moore saat ini dipertanyakan karena ukuran transistor terus mengecil, hampir mendekati ukuran sebuah atom membuat manufaktur semakin sulit. Sebagai contoh dilansir Nanoreview pada System on a Chip (SoC) Qualcomm Snapdragon 8 Gen 2 memiliki sekitar 16 miliyar transistor dengan fabrikasi 4 nm. Fabrikasi dibawah 10 nm merupakan yang paling canggih yang berhasil dibuat hingga saat ini. Pembuatan mikroprosesor dibawah 10 nm merupakan sebuah tantangan tersendiri untuk produsen mikroprosesor. Salah satunya adalah Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), perusahaan ini milik Pemerintah China yang bergerak di bidang pembuatan semikonduktor. SMIC kesulitan karena Amerika Serikat telah memblokir mesin litografi Extreme Ultraviolet ...

Kebijakan Penghapusan Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

     Sukoharjo ,Jum’at 22 Mei 2026 Baru-baru ini, dunia pendidikan ramai membahas wacana pemerintah tentang penghapusan program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini muncul karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.    Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan bahwa beberapa program studi perlu “dipilih, dipilah, dan kalau perlu ditutup” agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat dari kondisi sekarang, alasan tersebut memang cukup masuk akal karena banyak lulusan sarjana yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.  Namun, menurut aku kampus tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencetak tenaga kerja. Pendidikan tinggi juga punya peran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, riset, dan cara berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kebutuhan industri terus berubah, sehingga jurusan yang dianggap kurang relevan...